Grid.ID - Aktor muda Daffa Wardhana akan turut ambil bagian dalam film terbaru berjudul Meja Tanpa Laci. Film ini dijadwalkan tayang pada tahun 2026 dan menghadirkan cerita yang sarat makna.
Dalam film tersebut, Daffa Wardhana dipercaya memerankan karakter bernama Dipa. Tokoh ini digambarkan sebagai seorang polisi dengan tanggung jawab besar dalam menjalankan tugasnya.
Peran ini menjadi salah satu tantangan baru bagi Daffa dalam perjalanan karier aktingnya. Ia mengaku karakter yang dimainkan cukup berbeda dibandingkan peran-peran yang pernah ia jalani sebelumnya.
"Karakter Dipa ini justru pastinya sangat amat berbeda karena aku ini di sini adalah polisi," ujarnya saat berada di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026).
Menurut Daffa, memerankan sosok polisi juga memiliki makna yang sangat personal bagi dirinya. Hal ini berkaitan dengan latar belakang keluarganya yang memiliki hubungan dengan dunia militer.
"Karakter Dipa ini polisi berpangkat, dan ini sebuah kehormatan besar bagi aku karena kakek aku itu juga dari angkatan, Akabri tahun 65," ucapnya.
Bagi pria berusia 27 tahun ini, kesempatan ini juga menjadi bentuk penghormatan terhadap almarhum kakeknya. Ia merasa peran tersebut memiliki nilai emosional yang mendalam.
"Jadi buat aku ini sebuah salah satu giveback yang aku bisa berikan terhadap almarhum, bisa memerankan (karakter ini) karena aku juga tahu perjuangan beliau di saat itu sampai juga beliau meninggal," ungkapnya.
"Sayangnya waktu aku lahir itu Kakek sudah pensiun, sudah purnawirawan. Namun jadi menarik untuk sekarang aku ada kedekatan lebih bersama Mamaku," lanjut anak dari aktris Marini Zumarnis ini.
Daffa pun sering berdiskusi dengan ibunya mengenai berbagai hal terkait karakter yang ia perankan. Percakapan tersebut tidak hanya berkaitan dengan dunia akting, tetapi juga kisah kehidupan sang kakek.
"Karena bukan hanya Mamaku itu bisa sharing mengenai aktingnya, tapi juga bagaimana kenangan-kenangan Kakek waktu masih muda dan waktu masih menjabat," ucapnya.
Selain itu, Daffa juga mendapat pengaruh dari latar belakang sang ayah yang bekerja di bidang hukum. Lingkungan keluarga membuatnya cukup akrab dengan dunia kepolisian sejak kecil.
"Dan yang kedua, Papaku itu kan juga kerjanya berkecimpung di dunia hukum dan lawyer. Jadi memang dunia aku itu dari kecil erat berdekatan terhadap teman-teman di polisi," jelasnya.
"Ya di situ aku bisa mendapatkan akses untuk riset lebih yang di lapangan itu seperti apa dan itu yang aku sedang lakukan hari ke hari," katanya.
Selain riset lapangan, Daffa juga mempelajari tokoh-tokoh kepolisian yang dikenal memiliki integritas tinggi. Salah satu figur yang menarik perhatiannya adalah Hoegeng Iman Santoso.
"Dan yang terakhir pastinya aku ingin riset lebih mengenai Bapak Jenderal Hoegeng, bagaimana beliau juga bisa melewati sistem yang ada seperti sekarang, Itu sih," pungkasnya. (*)
Artikel Asli




