Apa yang Harus Disiapkan dan Diwaspadai Masyarakat Saat Mudik?

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel berikut?

1. Apa saja yang perlu diwaspadai masyarakat saat mudik?

2. Apa saja yang harus disiapkan pemudik sebelum melakukan perjalanan?

3. Mengapa campak turut jadi ancaman bagi pemudik di Jawa Barat?

4. Bagaimana cara pemerintah mengantisipasi kepadatan saat puncak arus mudik?

5. Bagaimana kesiapan infrastruktur di daerah menyambut pemudik?

Apa saja yang perlu diwaspadai masyarakat saat mudik?

Masyarakat yang hendak mudik diimbau untuk mewaspadai potensi cuaca buruk dalam perjalanan. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) selama periode mudik hingga Lebaran 2026, cuaca di Indonesia umumnya didominasi hujan ringan hingga sedang.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Komarudin mengingatkan ada risiko anomali cuaca. Dalam beberapa hari terakhir, cuaca ekstrem, seperti angin kencang dan hujan berintensitas sedang hingga tinggi, melanda wilayah Jabodetabek.

”Kami juga telah memetakan titik-titik potensi genangan air sampai banjir. Pemetaan ini sangat diperlukan untuk mengantisipasi gangguan lalu lintas dan mempersiapkan rekayasa lalu lintas,” ujarnya.

Tidak hanya di Jabodetabek, ancaman cuaca buruk juga terjadi di daerah lain. Di Jawa Timur dan Bali, misalnya, ada potensi hujan lebat di beberapa daerah. Kondisi cuaca tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan longsor.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali, terdapat 91 titik banjir dan longsor di Jatim dan 55 titik di Bali. Kepala BBPJN Jawa Timur-Bali Javid Hurriyanto menambahkan, pihaknya mewaspadai potensi gangguan arus mudik akibat cuaca ekstrem yang dapat memicu longsor atau banjir di sejumlah ruas jalan nasional.

Di Nusa Tenggara Timur, pemudik yang hendak bepergian menggunakan kapal laut ke sejumlah pulau diimbau untuk waspada akibat potensi cuaca buruk. Sti Nenot’ek, Kepala Stasiun Meteorologi El Tari, Kupang, Rabu (11/3/2026), menyampaikan, ada potensi hujan ringan hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang di seluruh wilayah NTT. Prakiraan cuaca buruk itu berlaku hingga pekan depan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno mengatakan, operasi modifikasi cuaca serta kesiapsiagaan beberapa lembaga dilakukan untuk meminimalkan dampak cuaca ekstrem terhadap perjalanan masyarakat.

Baca JugaPemudik Diimbau Waspadai Puncak Arus dan Anomali Cuaca
Apa saja yang harus disiapkan pemudik sebelum melakukan perjalanan?

Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu tersebut, sejumlah warga mulai menerapkan berbagai strategi untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa.

Salah satunya Intan (29), warga Tangerang Selatan, yang sehari-hari beraktivitas di Jakarta. Ia mengaku kini lebih rutin mengonsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh, terutama karena harus menghadapi hujan saat perjalanan ke kantor.

”Cuacanya gampang banget bikin flu atau masuk angin. Jadi, sekarang, selain memastikan banyak minum air putih dari buka sampai sahur, saya juga rutin minum vitamin C dan multivitamin setelah berbuka puasa,” ujarnya di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Praktisi kesehatan Ngabila Salama juga membagikan beberapa tips agar saat puasa tetap sehat dan tidak mudah sakit. Saat berbuka, sebaiknya konsumsi tiga buah kurma untuk menambah energi dengan kadar gula stabil, sambil menghindari gorengan dan makanan terlalu manis, serta memperbanyak sayur dan buah segar.

Selain menjaga kesehatan, kepolisian mengimbau pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi untuk memastikan kondisi kendaraan dan fisik prima. Khusus untuk pengendara sepeda motor, ia mengimbau untuk memperhatikan jumlah barang bawaan dan keluarga yang diangkut.

”Jangan sampai overload (melebihi kapasitas), sesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Komarudin.

Dari jutaan orang yang akan mudik dengan menggunakan sepeda motor, Ahmad Suherlan (34) adalah salah satunya. Sebelum menerjang aspal jalanan menuju kampung halamannya di Cianjur selatan, Jawa Barat, Ahmad menyempatkan diri untuk menyervis sepeda motornya.

”Sepeda motornya harus fit, Mas, kalau mau mudik karena perjalanan lumayan jauh. Biar enggak terjadi apa-apa di jalan,” ucap Ahmad, Rabu (11/3/2026).

Baca JugaSebentar Lagi Lebaran, Warga Jabodetabek Harus Jaga Kesehatan di Sisa Puasa
Mengapa campak turut jadi ancaman bagi pemudik di Jawa Barat?

Dinas Kesehatan Jawa Barat meminta warga mewaspadai penyebaran campak saat mudik Lebaran. Campak disebut sebagai penyakit yang sangat mudah menular.

Berdasarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat periode Januari-Februari 2026, kasus positif campak sebanyak 252 kasus. Tahun lalu, total kasus campak di Jabar tercatat 1.785 kasus.

Kepala Dinkes Jabar Vini Adiani, Kamis (12/3/2026), mengatakan, campak adalah penyakit yang sangat mudah menular. Penularan campak dapat melalui percikan batuk atau bersin dari penderita. ”Dari satu penderita campak dapat menularkan ke 12-18 orang,” ucap Vini.

Apabila ada gejala campak, seperti demam dan ruam, warga diimbau rajin cuci tangan menggunakan sabun, mengenakan masker, dan melakukan isolasi mandiri.

Dengan pola seperti ini, konsentrasi warga dalam jumlah besar, seperti mudik Lebaran, mesti diwaspadai. Pertemuan dengan banyak orang rentan menularkan campak.

Selain kewaspadaan mandiri, upaya paling efektif mencegahnya adalah dengan melengkapi imunisasi sampai dosis kedua sebelum mudik. Imunisasi khususnya dilakukan pada anak berusia 9-59 bulan.

”Sejumlah wilayah di Jabar kini sedang melaksanakan Catch Up Campaign atau Imunisasi Kejar Serempak untuk menanggulangi dan mencegah terjadinya campak. Sasaran prioritas imunisasi adalah warga berusia 9-59 bulan,” tuturnya.

Ia menambahkan, masyarakat yang ingin anaknya mendapat imunisasi campak bisa mendatangi posyandu atau puskesmas; satuan pendidikan, seperti PAUD dan TK; tempat ibadah, dan pos pelayanan mudik.

Baca JugaSangat Mudah Menular, Waspadai Campak Saat Mudik Lebaran
Bagaimana cara pemerintah mengantisipasi kepadatan saat puncak arus mudik?

Puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan terbagi dalam dua gelombang. Selain libur panjang dan cuti bersama, dua gelombang puncak arus mudik itu juga terjadi karena pengaruh kebijakan sistem kerja fleksibel yang memberi ruang waktu lebih luas bagi masyarakat untuk mengatur perjalanan mudik.

”Diperkirakan puncak arus mudik itu akan jatuh pada 14 dan 15 Maret. Kemudian puncak mudik kedua pada 18 dan 19 Maret,” ujar Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dalam konferensi pers Kesiapan Mudik Lebaran 2026 di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Menurut Agus yang akrab disapa AHY, 14-15 Maret dan 18-19 Maret diperkirakan menjadi titik lonjakan perjalanan karena berdekatan dengan akhir pekan serta rangkaian cuti bersama hari raya Nyepi dan Idul Fitri.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, jumlah warga yang melakukan perjalanan selama musim mudik diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Angka tersebut berpotensi meningkat jika melihat tren mobilitas pada tahun-tahun sebelumnya.

Wakil Kepala Kepolisian Negara RI Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, Polri akan menggelar Operasi Ketupat 2026 mulai 13 hingga 26 Maret. Operasi ini melibatkan lebih dari 151.000 personel gabungan dari Polri, TNI, dan lembaga terkait.

Operasi tersebut difokuskan pada pengamanan arus mudik dan balik serta pelayanan kepada masyarakat selama perjalanan. Sebanyak 2.746 pos pengamanan disiapkan dalam operasi tersebut, yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu. Pengamanan juga mencakup lebih dari 182.000 obyek, mulai dari tempat ibadah hingga lokasi wisata.

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Agus Suryonugroho mengatakan, rekayasa lalu lintas tahun ini akan dilakukan dengan pendekatan berbasis data kendaraan secara real time. Sistem pemantauan digital digunakan untuk menentukan kapan contraflow (lawan arus) atau one way (satu arah) diberlakukan.

Baca JugaPuncak Arus Mudik Diperkirakan Terbagi Menjadi Dua Gelombang
Bagaimana kesiapan infrastruktur di daerah menyambut pemudik?

Sejumlah infrastruktur di daerah dalam menyambut mudik Lebaran tahun ini mulai dioperasikan secara terbatas. Perbaikan sejumlah jalan rusak juga dikebut. Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan, jaringan jalan nasional nontol sepanjang lebih dari 47.000 kilometer secara umum berada dalam kondisi baik. Pemerintah juga menyiapkan tim tanggap cepat untuk memperbaiki kerusakan jalan selama masa mudik.

Selain itu, pemerintah memastikan kesiapan jaringan 3.115 kilometer jalan tol yang telah beroperasi di seluruh Indonesia. Pemerintah juga menyiapkan 10 ruas tol fungsional yang akan dibuka sementara selama masa mudik dan arus balik Lebaran. Ruas-ruas tersebut berada di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan, dengan total panjang sekitar 148 kilometer di Pulau Jawa.

Di Sumatera, perbaikan besar di Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Tol Bakter) diklaim rampung. ”Kondisi jalan kita sangat mantap dan siap dilalui masyarakat yang akan melakukan tradisi mudik Lebaran,” kata Direktur Utama Bakauheni Terbanggi Besar Toll I Wayan Mandia, Kamis (12/3/2026).

Hingga H-11 Lebaran, kesiapan operasional ruas Tol Bakter telah mencapai 99,9 persen. Saat ini, seluruh pekerjaan perbaikan besar di ruas jalan tol telah diselesaikan. Tak hanya perbaikan jalan, pengelola tol juga menyiapkan mobile reader untuk mempercepat transaksi saat terjadi peningkatan volume kendaraan.

Adapun di Kalimantan Timur, Jalan Tol Ibu Kota Nusantara dibuka secara fungsional pada 13-29 Maret 2026 guna melayani arus mudik Lebaran 2026. Pemudik bisa melewatinya secara gratis pada pukul 06.00-18.00 Wita.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur Yudi Hardiana mengatakan, kendaraan yang bisa melintasi Tol IKN adalah kendaraan golongan I, seperti sedan, jip, SUV, minibus, dan pikap. ”Tahun ini kami akan membuka jalur sepanjang 52,5 kilometer,” ujar Yudi, Kamis (12/3/2026).

Baca JugaMudik Lebaran 2026, Tol IKN Dibuka Fungsional dan Digratiskan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Impor Minyak dari AS Butuh Waktu Lebih Lama, Bahlil Ungkap Cara Menyiasatinya
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Setia Mendampingi Vidi Aldiano, Perjuangan Sheila Dara Aisha Diungkap Yura Yunita
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Iran Peringatkan AS Jika Serang Jaringan Listrik: Semua Kawasan Akan Gelap
• 8 jam laludetik.com
thumb
Patung Donald Trump Pelukan dengan Jeffrey Epstein ala Titanic Muncul di National Mall
• 16 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Sinopsis ASMARA GEN Z SCTV Episode 478, Hari Ini Kamis 12 Maret 2026: Pertemuan Mengharukan Zara dan Danuel Akhirnya Terjadi
• 15 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.