HANOI, KOMPAS.TV - Warga di Vietnam dan Filipina berbondong-bondong mendatangi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menyusul kekhawatiran lonjakan harga BBM akibat konflik di Timur Tengah yang memasuki pekan kedua dan belum mereda.
Di Hanoi, Vietnam, antrean panjang sepeda motor dan mobil terlihat di berbagai SPBU setelah harga BBM naik menjadi 29.120 dong Vietnam atau sekitar Rp18.713 per liter.
Seorang warga Hanoi, Hoang Hiep, mengaku sudah menunggu lebih dari setengah jam tanpa berhasil mengisi bahan bakar.
"Kenaikan harga minyak ini tidak hanya terjadi di Vietnam, tetapi juga berdampak ke seluruh dunia. Ini pertama kalinya saya harus mengantre selama ini untuk mengisi bensin," kata Hoang Hiep dalam laporan video KompasTV, Rabu (12/3/2026).
"Saya sudah berdiri di sini sejak pukul 18.30, dan sekarang sudah lewat pukul 19.00 tetapi masih belum bisa mengisi," tuturnya.
Baca Juga: Update Stok BBM saat Perang Iran vs AS, Wamen ESDM: Cukup untuk 30 Hari
Filipina Berlakukan Kerja Empat HariPeristiwa serupa terjadi di Filipina. Para pengendara memenuhi SPBU di berbagai wilayah Metro Manila setelah pemerintah mengeluarkan peringatan bahwa harga minyak dunia berpotensi melonjak tajam akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
"Kenaikan harga bensin ini sangat terasa. Jika langsung naik besar, itu sangat menyakitkan bagi kantong kami," kata warga Filipina, Ruben Aparri.
Pemerintah Filipina mengambil langkah lebih jauh dengan menerapkan kebijakan kerja empat hari dalam sepekan mulai 9 Maret 2026.
Kebijakan itu diambil untuk menghemat penggunaan energi di tengah gangguan pasokan serta gejolak harga akibat konflik di Timur Tengah.
Penulis : Danang Suryo Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- konflik Timur Tengah
- perang Iran
- Filipina
- panic buying
- harga BBM
- kenaikan harga bbm





