Kawal Anggaran MBG, Pemerintah Luncurkan Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Guna memastikan kelancaran dan transparansi program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) berkolaborasi dengan Kementerian Keuangan resmi meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan dan Aplikasi Pelaporan Keuangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara serta rangkaian Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait belanja bantuan pemerintah. 

Baca Juga :
Rupiah Melemah saat Beban Utang Naik & Kinerja APBN Dinilai Gali-Tutup Lubang
Perkuat Kualitas Program MBG, BGN Gelar Bimtek Penjamah Makanan Serentak di 8 Wilayah

Program pemenuhan gizi nasional saat ini memiliki cakupan yang sangat masif, yakni menargetkan sekitar 60 juta penerima manfaat. Pelayanan ini didukung oleh sekitar 23 ribu SPPG yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia.

Skala program yang besar ini sejalan dengan alokasi anggaran yang fantastis. Untuk tahun 2025, anggaran awal yang dikelola mencapai Rp71 triliun dan telah ditingkatkan menjadi Rp85 triliun melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT).

Merespons besarnya dana tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana menegaskan bahwa anggaran ini merupakan amanah yang harus dijaga dengan tata kelola yang baik dan akuntabel.

“Dana ini adalah uang rakyat. Di setiap rupiahnya, tertitip harapan agar anak-anak bangsa tumbuh sehat, cerdas, dan unggul. Oleh karena itu, prinsip good governance bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kewajiban mutlak,” tegasnya saat acara peluncuran, dikutip Kamis, 12 Maret 2026.

Aturan main pengelolaan dana ini telah tertuang dalam Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 63 Tahun 2025. Beleid tersebut mewajibkan setiap SPPG untuk menyusun laporan harian, mingguan, dan bulanan yang kredibel guna menjamin transparansi penggunaan anggaran.

Pemerintah menyadari bahwa pelaporan keuangan di tingkat daerah memiliki tantangan tersendiri. Oleh karena itu, Badan Gizi Nasional menggandeng Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) serta Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu untuk merilis solusi digital.

Kini, para pengelola SPPG dapat belajar menyusun laporan keuangan kapan saja dan di mana saja melalui platform Kemenkeu Learning Center (KLC). 

Bersamaan dengan itu, pemerintah juga merilis Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG Versi 04. Aplikasi yang telah disempurnakan ini dirancang untuk membuat penyusunan laporan menjadi lebih cepat, menyajikan data yang lebih akurat, serta meningkatkan kesiapan SPPG saat menghadapi audit dari Inspektorat Utama, BPKP, maupun BPK.

Baca Juga :
THR ASN Cair Rp 11 Triliun, Purbaya Ungkap Modus Penyebab Keterlambatan Pencairan
BGN Tegaskan Menu Lele dan Tempe Mentah yang Viral Tak Benar, Ini Penjelasannya
Harga Minyak Dunia Meroket, Purbaya Singgung Soal Anggaran MBG & Subsidi BBM

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pangdam II/Tuanku Imam Bonjol Kunjungi Betara Gas Plant PetroChina
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Satu Tahun Danantara Indonesia, TelkomGroup Dorong Transformasi dan Kontribusi Nyata Bagi Masyarakat
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Ditilang, Pria di Jayapura Nekat Ajak Polisi Baku Hantam
• 7 jam lalurealita.co
thumb
Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Hentikan Operasional Selama Hari Raya Nyepi 2026
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Akhirnya Maissy Pramaisshela Tanggapi Isu Dugaan Suami Selingkuh dengan Dokter Koas, Kode Sempat Terpuruk
• 13 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.