Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Aceh
Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) guna mengurangi jumlah pengungsi yang masih tinggal di tenda akibat banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Berdasarkan laporan harian Satgas PRR per 12 Maret, sebanyak 15.346 unit huntara telah rampung dibangun dari total target 18.781 unit, atau mencapai progres sekitar 81 persen. Capaian tersebut meningkat sekitar 3 persen dibandingkan dua hari sebelumnya yang tercatat sebanyak 14.725 unit.
Rincian progres pembangunan menunjukkan di Provinsi Aceh telah rampung 13.547 unit huntara dari target 16.931 unit atau sekitar 80 persen.
Sementara di Sumatera Utara, sebanyak 969 unit dari total 1.020 unit telah selesai dibangun atau mencapai 95 persen. Adapun di Sumatera Barat, seluruh 830 unit huntara yang ditargetkan telah rampung dibangun atau mencapai 100 persen.
Selain pembangunan huntara, Satgas PRR juga melaporkan perkembangan pembangunan hunian tetap (huntap). Hingga 12 Maret, sebanyak 1.463 unit huntap masih dalam tahap pembangunan dari total target 36.669 unit. Dari jumlah tersebut, 56 unit telah selesai dibangun, meningkat signifikan dibandingkan laporan dua hari sebelumnya yang baru mencatat enam unit rampung.
Peningkatan progres pembangunan hunian sementara dan hunian tetap ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menekan jumlah pengungsi yang masih tinggal di tenda. Per 11 Maret, tercatat masih terdapat 1.384 kepala keluarga atau setara 4.522 jiwa yang belum menempati hunian layak.
Selain percepatan pembangunan hunian, Satgas PRR juga menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi penyintas yang memilih tidak tinggal di huntara. Bantuan diberikan sebesar Rp600.000 per bulan selama tiga bulan, sehingga setiap kepala keluarga menerima total Rp1,8 juta.
Penyaluran bantuan tersebut dilaporkan telah mencapai 100 persen kepada 12.767 penerima di tiga provinsi terdampak. Rinciannya, sebanyak 6.846 penerima berada di Aceh, 4.162 penerima di Sumatera Utara, dan 1.759 penerima di Sumatera Barat.
Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menegaskan pemerintah akan terus mempercepat pembangunan huntara agar seluruh penyintas dapat menempati hunian yang layak sebelum perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.
Dalam kunjungan kerja ke wilayah terdampak di Gayo Lues, Suharyanto juga menyampaikan bahwa keluarga yang baru menempati huntara akan mendapatkan bantuan bahan pokok dan kebutuhan nonpangan selama 10 hari.
“Keluarga yang menempati huntara akan diberikan bantuan oleh BNPB berupa perlengkapan dan makanan selama 10 hari sejak mereka masuk ke huntara,” ujar Suharyanto dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Jumat, 13 Maret 2026.
Langkah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi masyarakat terdampak bencana sekaligus memastikan kebutuhan dasar para penyintas tetap terpenuhi selama masa transisi menuju hunian permanen.
Editor: Redaktur TVRINews





