Jakarta: Persiapan mudik Lebaran 2026 memasuki fase baru dengan pemanfaatan teknologi digital mutakhir. Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi mengandalkan sistem radar digital untuk memantau arus kendaraan secara real-time guna memastikan kelancaran mobilitas masyarakat di jalur tol maupun arteri.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa penggunaan teknologi ini bertujuan meningkatkan suksesi pengamanan dibanding tahun sebelumnya. Dengan data traffic counting (penghitungan volume lalu lintas) yang akurat, petugas di lapangan dapat mengeksekusi rekayasa lalu lintas dengan lebih presisi.
"Dan tahun 2026, untuk meningkatkan suksesi dari 2025 kemarin, kami sudah menggunakan teknologi digital untuk memantau bagaimana flow daripada traffic counting itu bisa dieksekusi," ujar Irjen Agus Suryonugroho dalam keterangan tertulisnya.
Baca Juga :
Stok BBM di Banten Aman, Warga Diimbau Tidak Panic BuyingDi sektor transportasi rel, PT Kereta Api Indonesi (PT KAI) mulai membuka masa operasi mudik terhitung sejak 11 Maret hingga 1 April 2026. Untuk menarik minat masyarakat, KAI meluncurkan program Ramadan Festive dengan diskon tiket hingga 30 persen untuk keberangkatan periode 14 sampai 29 Maret 2026.
Vice President Corporate Communication PT KAI, Anne Purba menyatakan bahwa hingga kini tercatat sebanyak 2,3 juta tiket telah terjual dari total kuota 4,5 juta kursi.
Baca Juga :
Tol Rangkasbitung-Cileles Seksi 2 Mulai Dibuka Fungsional Hari IniSinergi antara penguatan teknologi komunikasi melalui Short Message Service (SMS) bersama Kementerian Kominfo dan penggunaan drone untuk pemantauan udara diharapkan mampu menekan angka kemacetan.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan memanfaatkan promo tiket murah guna menghindari puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada akhir Maret.
Saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Muhammad Fauzan)




