Pantau Arus Mudik, Korlantas Polri Pakai Teknologi Radar Digital-Kabar Daerah

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Persiapan mudik Lebaran 2026 memasuki fase baru dengan pemanfaatan teknologi digital mutakhir. Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi mengandalkan sistem radar digital untuk memantau arus kendaraan secara real-time guna memastikan kelancaran mobilitas masyarakat di jalur tol maupun arteri.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa penggunaan teknologi ini bertujuan meningkatkan suksesi pengamanan dibanding tahun sebelumnya. Dengan data traffic counting (penghitungan volume lalu lintas) yang akurat, petugas di lapangan dapat mengeksekusi rekayasa lalu lintas dengan lebih presisi.

"Dan tahun 2026, untuk meningkatkan suksesi dari 2025 kemarin, kami sudah menggunakan teknologi digital untuk memantau bagaimana flow daripada traffic counting itu bisa dieksekusi," ujar Irjen Agus Suryonugroho dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga :

Stok BBM di Banten Aman, Warga Diimbau Tidak Panic Buying
Selain penggunaan radar, Korlantas bekerja sama dengan pemangku kepentingan untuk menerapkan sistem early warning (peringatan dini) di titik krusial, seperti KM 47 Tol Jakarta-Cikampek. Jika volume kendaraan menyentuh angka 5.500 per jam, skema contraflow (sistem lawan arus) akan segera diberlakukan. Polri juga memperluas jangkauan skema one way (sistem satu arah) hingga KM 236 berdasarkan evaluasi data tahun lalu.

Di sektor transportasi rel, PT Kereta Api Indonesi (PT KAI) mulai membuka masa operasi mudik terhitung sejak 11 Maret hingga 1 April 2026. Untuk menarik minat masyarakat, KAI meluncurkan program Ramadan Festive dengan diskon tiket hingga 30 persen untuk keberangkatan periode 14 sampai 29 Maret 2026.

Vice President Corporate Communication PT KAI, Anne Purba menyatakan bahwa hingga kini tercatat sebanyak 2,3 juta tiket telah terjual dari total kuota 4,5 juta kursi. 

Baca Juga :

Tol Rangkasbitung-Cileles Seksi 2 Mulai Dibuka Fungsional Hari Ini
Beberapa destinasi primadona yang menjadi tujuan utama pemudik antara lain Yogyakarta, Surabaya, Purwokerto, Semarang Tawang, dan Bandung.

Sinergi antara penguatan teknologi komunikasi melalui Short Message Service (SMS) bersama Kementerian Kominfo dan penggunaan drone untuk pemantauan udara diharapkan mampu menekan angka kemacetan. 

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan memanfaatkan promo tiket murah guna menghindari puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada akhir Maret.

Saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Muhammad Fauzan)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Operasi Ketupat 2026 Dimulai, 161.243 Personel Polri Dikerahkan untuk Pengamanan Idul Fitri
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Keceriaan Anak Yatim Berburu Kebutuhan Lebaran di Pasar Aceh
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Perjalanan Mudik di Sulsel Ditemani Hujan, Waspada Banjir dan Longsor 
• 8 jam lalukompas.id
thumb
Temenggung Bujang Rimbo Divonis 3 Bulan 10 Hari Usai Sempat Dibawa Kabur Massa
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Kapolri, Panglima, hingga Menko PMK Naik Heli Cek Kesiapan Mudik di Merak
• 2 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.