Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memastikan jumlah pengungsi korban terdampak bencana hidrometeorologi November 2025 lalu turun drastis menjelang lebaran.
"Kita harap sebelum Lebaran, pengungsi sudah tidak lagi di tenda," kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekdaprov Sumut Basarin Yunus Tanjung di Medan,melansir Antara, Rabu 11 Maret 2026.
Advertisement
Ia mengatakan Pemprov Sumut terus mendorong percepatan dalam penanganan para pengungsi hingga mencapai target nol pengungsi di tenda pengungsian.
Lebih lanjut, kata dia, sudah ada pengungsi yang masuk ke hunian sementara (huntara) dan masih terdapat ribuan huntara lagi yang akan disiapkan untuk dihuni para pengungsi.
Menurut Data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Sumatera Utara per 1 Maret 2026 tercatat sebanyak 3.554 jiwa atau 921 kepala keluarga (KK) yang terindentifikasi masih mengungsi di dua kabupaten se-Sumatera Utara.
Di antara ribuan pengungsi tersebut, tersebar di Kabupaten Tapanuli Tengah sebanyak 2.564 jiwa, dan di Kabupaten Tapanuli Selatan sebanyak 990 jiwa.
"Untuk keseluruhan progres pembangunan huntara sudah masuk di angka 90-an persen," tutur Basarin yang juga Ketua Harian Posko Tanggap Bencana Sumut.
Pemprov Sumut terus mendorong seluruh pihak untuk terus menjaga kerja sama guna mempercepat pemindahan pengungsi dari tenda ke hunian sementara.




