PT Bank Jago Tbk meluncurkan kampanye “Berkantong Royong” pada Ramadan 2026 untuk mendukung promosi dan kolaborasi usaha lokal. Melalui program ini, tirai kedai yang biasanya tertutup saat jam puasa dimanfaatkan sebagai media promosi produk pelaku usaha lokal, sekaligus memperkuat kolaborasi antar pelaku usaha dalam ekosistem keuangan digital.
Head of Retail Banking Brand & Marketing Bank Jago Michael Hartawan mengatakan kampanye tersebut menghadirkan semangat Ramadan sebagai momentum untuk memperluas kesempatan usaha lokal bertumbuh melalui kolaborasi.
“Melalui gerakan ‘Berkantong Royong’, Bank Jago ingin menghadirkan semangat Ramadan sebagai momen penuh berkah dan kebaikan. Dengan menciptakan ruang kolaborasi bagi pelaku usaha untuk saling mendukung dan bertumbuh bersama, inisiatif ini juga sejalan dengan semangat Bank Jago untuk menghadirkan dampak positif dan memperluas kesempatan tumbuh bagi berjuta orang,” jelas Michael Hartawan.
Program Berkantong Royong merupakan kelanjutan dari kampanye Baiknya Belanja Lokal melalui siaran langsung TikTok yang digelar Bank Jago pada Ramadan 2025. Dalam program terbaru ini, Bank Jago memfasilitasi kolaborasi antara pemilik kedai makanan dan pelaku usaha lokal yang sama-sama menggunakan aplikasi Jago dan Jago Syariah.
Menurut Michael, tirai kedai yang biasanya tidak dimanfaatkan selama jam puasa kini dialihfungsikan menjadi ruang promosi kreatif bagi produk lokal. Dengan cara ini, pelaku usaha dapat memperkenalkan produknya kepada pelanggan yang datang ke kedai makan dan minum.
“Lebih dari sekadar aktivitas ekonomi, kolaborasi ini menegaskan bahwa keberkahan Ramadan tumbuh ketika pelaku usaha saling memberi ruang, berbagi peluang, dan melangkah maju bersama dengan mengedepankan toleransi,” tutur Michael.
Program tersebut melibatkan ratusan usaha lokal dari berbagai latar belakang di wilayah Jakarta hingga Bali. Beberapa kedai yang berpartisipasi antara lain Sunyi Coffee, Toko Kopian, Futago, Panama Coffee, Kongsi, 7 Sleepers, Mad For Coffee, Bakmi Jawa Tebet, Bakmi Jawa Gunungkidul, Sate Maranggi Lestari, RM Sinar Gakong, serta jaringan Warteg Rio, Warteg Bumi Bahari, dan Warteg Agung.
Selain promosi, kolaborasi juga didukung oleh fitur Kantong Bersama dalam aplikasi Jago dan Jago Syariah. Fitur ini memungkinkan pemilik kedai dan pelaku usaha lokal mengelola dana secara transparan dan bersama-sama, termasuk untuk kebutuhan promosi selama Ramadan.
Pemilik Sunyi Coffee Mario Gultom menilai program tersebut membantu memperluas jangkauan usaha lokal sekaligus memperkuat nilai kolaborasi.
“Sebagai brand yang mengusung nilai dampak dan kebersamaan, kami melihat program Berkantong Royong selaras dengan visi bisnis Sunyi Coffee. Program ini menjadi pengingat bahwa meski perjalanan usaha lokal penuh tantangan, pelaku usaha kecil bisa saling menopang dan berkembang bersama,” ujar Mario.
Hal serupa disampaikan Sri Yuniati, pemilik Warteg Agung 2 Gandaria. Ia menilai program tersebut membuka peluang kolaborasi sekaligus mendorong pelaku usaha kecil untuk lebih akrab dengan teknologi digital.
“Dengan ikut serta dalam program ‘Berkantong Royong’, saya tidak hanya menutup warung saat jam puasa, tetapi juga punya kesempatan berkolaborasi dengan usaha lokal lain. Lewat program ini juga, saya jadi semakin akrab dengan teknologi digital, dan bagi saya, Bank Jago bukan sekadar aplikasi perbankan, tapi partner yang membantu pelaku usaha kecil mengelola keuangan dengan lebih praktis dan modern,” tutur Sri.
Melalui fitur Kantong Bersama, Bank Jago berharap kolaborasi keuangan digital dapat menjadi solusi praktis bagi pelaku usaha lokal dalam mengelola dana bersama secara lebih tertib selama Ramadan.





