Jakarta, VIVA – Sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan menjadi waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam. Pada periode inilah umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan ibadah, karena terdapat kemungkinan datangnya malam Lailatul Qadar, yang disebut dalam Al-Quran sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Banyak orang berusaha menghidupkan malam-malam tersebut dengan berbagai ibadah seperti salat malam, membaca Al-Quran, hingga berzikir. Namun, tidak semua orang mampu menjalankan berbagai amalan secara maksimal karena keterbatasan waktu, tenaga, atau kesibukan.
Menanggapi hal tersebut, Buya Yahya menjelaskan bahwa sebenarnya ada dua ibadah penting yang minimal perlu dijaga oleh umat Muslim pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Menurutnya, dua ibadah ini menjadi dasar yang sangat penting untuk meraih keberkahan malam-malam istimewa tersebut.
Ia menekankan bahwa hal pertama yang harus dijaga adalah melaksanakan salat berjamaah, terutama salat Isya dan Subuh. Dalam pandangannya, dua salat ini memiliki keutamaan besar, apalagi jika dilakukan secara konsisten selama sepuluh malam terakhir Ramadhan.
“Kemudian kalau mau itikaf paling gak menghidupkan malam Ramadhan untuk nyambut lailatul qadar itu idealnya adalah yang pastikan Anda salat Isya berjamaah, salat subuh berjamaah,” ujar Buya Yahya yang dikutip dari kanal YouTube-nya pada Jumat, 13 Maret 2026.
Selain menjaga salat berjamaah, Buya Yahya juga mengingatkan pentingnya menjaga diri dari perbuatan maksiat. Menurutnya, ibadah yang dilakukan pada malam hari akan menjadi kurang bermakna jika seseorang masih melakukan perbuatan yang dilarang.
“Setelah itu Anda tidak maksiat,” ujarnya lagi.
Dalam penjelasannya, Buya Yahya juga membahas tentang ibadah itikaf, yaitu berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah. Ia menjelaskan bahwa itikaf tidak selalu harus dilakukan dalam waktu lama, khususnya bagi umat Muslim yang mengikuti mazhab Syafi’i.
“Sempurnanya lagi adalah paling banyaknya malam itu dihidupkan untuk beribadah. Kalau ingin milih aku gak bisa banyak aku hanya pengin 2 jam 3 jam saja. Boleh itikaf ambil kalau mazhab Syafi'i itikaf boleh waktu singkat,” katanya menjelaskan.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam mazhab Syafi’i, seseorang bisa mendapatkan pahala itikaf meskipun hanya berada di masjid dalam waktu singkat dengan niat beritikaf.





