Sepeda Motor Mudik Duluan

kompas.id
16 jam lalu
Cover Berita

Setiap kali Lebaran tiba, jutaan orang berduyun-duyun meninggalkan kota besar untuk kembali ke kampung halaman. Jalan-jalan utama di Pulau Jawa seketika dipadati rombongan sepeda motor berhias kardus yang terikat di jok belakang. Mereka melaju di bawah terik matahari, bahkan tak segan menerobos hujan demi segera mencapai tujuan.

Wasis (37) hampir selalu menempuh perjalanan serupa setiap tahun. Bersama istrinya, ia menyusuri jalur pantura sebelum berbelok ke arah selatan menuju Purworejo, Jawa Tengah, kampung halamannya. Dengan sepeda motor matik yang warnanya mulai pudar, ia menempuh perjalanan panjang demi bisa berkumpul kembali dengan orangtua.

”Biasanya berangkat jam 8 malam, sampai sana (Purworejo) besok sorenya,” ujar Wasis.

Ia rela menempuh ratusan kilometer dengan sepeda motor karena dianggap lebih praktis. Selain itu, kendaraan roda dua itu juga dibutuhkan untuk berkeliling selama di kampung halaman, mengunjungi sanak saudara saat Lebaran.

Namun, pada Lebaran kali ini, pria yang kini menetap di Jakarta itu bisa bernapas lebih lega. Ia berkesempatan mengikuti program Mudik Motor Gratis (Motis).

Siang itu, Kamis (12/3/2026), ia sibuk mengurus administrasi di Stasiun Jakarta Gudang agar sepeda motornya dapat lebih dulu sampai Stasiun Kutoarjo dengan aman. Keesokan harinya, ia menyusul menggunakan kereta penumpang bersama sang istri.

Sepeda motor peserta Motis yang dikirim dari Bekasi, Jawa Barat.

Petugas mengemas sepeda motor agar aman saat dikirim.

Deretan sepeda motor yang siap dikirim ke kota tujuan mudik.

Kesempatan mengikuti program Motis juga tak disia-siakan Andri (38) yang tercatat sebagai peserta untuk ketiga kalinya. Menurut pria yang biasa mudik bersama istri dan dua anaknya itu, program mudik gratis sangat membantu menekan biaya perjalanan. Jika tidak berhasil mendapatkan kuota, ia biasa merogoh kocek lebih dari Rp 1 juta untuk pulang ke Sukoharjo, Jawa Tengah, menggunakan mobil pribadi.

”Belum lagi pengeluaran kalau berhenti di jalan, jajan anak-anak selama perjalanan. Bisa boncos juga,” kata Andri sambil mengantre untuk mengurus administrasi sepeda motornya.

Menurut rencana, ia akan turun di Stasiun Purwosari. Dari sana, Andri akan melanjutkan perjalanan menuju kampungnya di Sukoharjo dengan sepeda motor yang lebih dulu dikirim menggunakan kereta Motis Lebaran 2026.

Motis Lebaran 2026

Program Motis yang digagas Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian kembali digelar pada masa angkutan Lebaran 2026. Kebijakan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan risiko kecelakaan lalu lintas yang kerap meningkat selama arus mudik, terutama yang melibatkan kendaraan roda dua.

Sehari sebelum keberangkatan, aktivitas di Stasiun Jakarta Gudang mulai sibuk. Sepeda motor milik peserta berdatangan satu per satu untuk didaftarkan. Para petugas kemudian melapisinya dengan kardus pelindung sebelum memilah dan menatanya sesuai dengan kota tujuan. ”Sore sampai malam ini mulai kami tata di kereta,” ujar salah seorang petugas yang berjaga di lokasi.

Pada pelaksanaan tahun ini, pemerintah menyiapkan puluhan ribu kuota bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan Motis. Program tersebut ditargetkan dapat mengangkut sekitar 11.900 sepeda motor dan 28.190 penumpang secara gratis menggunakan kereta api. Pendaftaran telah dibuka sejak awal Maret hingga mendekati masa keberangkatan mudik dan arus balik.

Program Motis memfasilitasi pemudik melalui tiga lintasan kereta api di Pulau Jawa, yaitu lintas utara, lintas tengah, dan lintas selatan. Ketiga jalur tersebut menghubungkan Jakarta dengan beberapa kota tujuan mudik di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Jawa Timur.

Kereta pengangkut sepeda motor diberangkatkan dari Stasiun Jakarta Gudang menuju beberapa stasiun tujuan akhir, yakni Stasiun Cepu untuk lintas utara, Stasiun Lempuyangan untuk lintas tengah, dan Stasiun Madiun untuk lintas selatan. Sesampainya di stasiun tujuan, sepeda motor akan diserahkan kembali kepada pemiliknya sehingga mereka dapat langsung melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman.

Dengan memanfaatkan layanan Motis, pemudik tidak perlu lagi menempuh ratusan kilometer dengan sepeda motor dan bermacet-macetan. Sebaliknya, mereka dapat menikmati perjalanan yang lebih nyaman dengan kereta api sambil menunggu sepeda motor mereka tiba dengan selamat di stasiun tujuan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tanpa Sekat, Kemenag Surabaya Ajak Dhuafa Makan Satu Talam
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
Kejagung Buka Opsi Kasasi Usai Hakim Bebaskan Delpedro Cs
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 di Jakarta Pusat Sabtu 14 Maret, Catat Waktu Ibadah Hari Ini
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Indonesia Belum Memiliki Regulasi Komprehensif Perampasan Aset Tanpa Pidana
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo: Krisis Melanda Banyak Negara, Tapi Rakyat Indonesia Harus Tenang
• 8 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.