Iran menyatakan sedang memburu 11 ribu tentara Amerika Serikat di negara-negara Arab di Teluk. Iran juga menyebut AS menjadikan negara-negara Arab sebagai perisai manusia.
Pernyataan itu disampaikan oleh Organisasi Intelijen Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC)/Garda Revolusi Iran dikutip dari kantor berita Tasnim, Jumat (13/3).
Lembaga intelijen dari IRGC itu meminta warga negara di negara-negara Arab untuk menemukan 11 ribu tentara Amerika yang tersebar di kawasan itu dan menginap di hotel maupun tempat pribadi, lalu menyerahkan informasi mereka.
“Orang-orang Amerika ingin menggunakan saudara-saudara Arab kita sebagai perisai manusia. Kami tidak punya pilihan selain mengidentifikasi dan menargetkan mereka,” kata Organisasi Intelijen IRGC.
Karena itu, mereka meminta agar warga Arab tidak memberi tempat berlindung kepada orang-orang Amerika di hotel dan menjauh dari lokasi mereka.
“Adalah tugas Islam Anda untuk melaporkan secara akurat lokasi persembunyian para teroris Amerika dan mengirimkan informasi tersebut melalui Telegram kepada kami,” ujar Organisasi Intelijen IRGC.
Mereka juga mencantumkan akun Telegram untuk mengirimkan informasi tersebut.
AS memiliki pangkalan militer di sejumlah negara Teluk seperti Qatar, Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Oman.
Enam negara Arab makmur itu tergabung dalam Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC).
Dari enam negara itu, Oman yang menerapkan diplomasi independen, menjadi negara yang paling jelas menolak atau mengecam serangan AS-Israel terhadap Iran.





