FAJAR, SOLO – Persis Solo sukses memutus tren negatif. Laskar Sambernyawa untuk sementara sudah keluar dari zona degradasi. Hal ini membuat PSM Makassar dalam tekanan, karena hanya terpaut 4 poin.
Juku Eja dijadwalkan menjamu Persis di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, pada Sabtu (4/4/2026) mendatang. Laga ini tentu sangat penting bagi kedua tim.
Kemenangan Persis 3-0 atas Bali United pada Kamis (12/2) menjadi kunci utama lonjakan posisi mereka di klasemen. Saat ini, Persis mengoleksi 20 poin, jumlah yang sama dengan capaian Madura United dan Semen Padang FC. Namun, Persis berhak menduduki posisi ke-15 berkat keunggulan head-to-head.
Tercatat, Persis unggul atas Madura United dengan sekali menang dan sekali imbang, serta mengantongi satu kemenangan atas Semen Padang pada pertemuan pertama musim ini.
Strategi Jitu Milomir Seslija
Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, memuji kedisiplinan para pemainnya dalam menjalankan instruksi taktik. Pada babak pertama, Persis langsung tampil menekan dan berhasil mengonversi peluang menjadi gol.
Memasuki babak kedua, sosok yang akrab disapa Milo tersebut menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain lebih efektif dengan mengandalkan serangan balik cepat.
”Di babak pertama terutama, kami mendominasi, menang dua gol yang indah, dan membuka peluang mencetak gol lagi. Pada babak kedua, kami ingin memainkan serangan balik karena kami memiliki keunggulan dua gol,” ungkap eks pelatih Arema FC tersebut dikutip dari situs resmi tim.
Kemenangan ini terasa semakin spesial karena Persis berhasil menjaga gawang mereka tetap perawan alias clean sheet di hadapan tim agresif seperti Bali United.
Statistik Memukau di Paruh Kedua Musim
Tren positif Persis Solo mulai terlihat konsisten sejak memasuki paruh kedua musim 2025-2026. Sejak pekan ke-18 hingga ke-25, lini belakang mereka tampil sangat solid dengan catatan tiga kali clean sheet.
Dalam periode tersebut, Persis meraih dua kemenangan, empat hasil imbang, dan hanya menelan dua kekalahan.
Pencapaian ini merupakan lompatan besar mengingat rekam jejak mereka yang sempat terpuruk sebagai juru kunci klasemen pada periode pekan ke-15 hingga ke-22.
Sejak resmi menahkodai tim pada 16 Desember 2025, Milomir Seslija telah memberikan perubahan signifikan dengan total tiga kemenangan dan empat hasil imbang yang membuat mentalitas tim kembali terangkat.
PSM Makassar Belum Aman
Kenaikan posisi Persis Solo ini tentu menjadi alarm bahaya bagi PSM Makassar. Tim berjuluk Juku Eja tersebut belum aman.
Saat ini PSM berada di posisi 13 dengan 24 poin. Hanya berjarak 4 poin dari Persis, Madura United, dan Semen Padang.
Jika tren positif Persis berlanjut dan mengalahkan PSM di kandang, bisa menjadi sinyal bahaya. Klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan ini terancam melorot ke zona degradasi.
Jadi, PSM Makassar patut cemas. Secara psikologis, tim yang sedang bangkit dari zona degradasi seringkali tampil lebih lepas dan tanpa beban.
Bagi PSM, sebenarnya nasib mereka bukan ditentukan oleh performa tim lain. Melainkan ditentukan oleh diri sendiri. Supaya aman, tentu saja harus menang dan menang dalam setiap pertandingan. Termasuk saat menjamu Persis.
Dengan persaingan yang semakin ketat, setiap poin kini menjadi sangat berharga. 10 laga terakhir musim ini akan menjadi penentu klub mana yang bakal terjun ke Liga 2 (Championship). (*)





