Kita Semua Terhubung oleh Nasib yang Sama

erabaru.net
14 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Suatu hari, seekor tikus melihat seorang petani membeli sebuah perangkap tikus.

Tikus itu segera berlari keluar ke halaman dengan penuh ketakutan dan berkata kepada hewan-hewan lain,
“Di dalam rumah ada perangkap tikus!”

Ayam jantan hanya berkokok santai dan berkata,
“Itu adalah kuburan yang berkaitan denganmu, bukan denganku. Itu tidak penting bagiku dan tidak menggangguku.”

Babi berkata dengan nada simpati,
“Aku sangat ingin membantu, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Namun aku akan mendoakanmu.”

Tikus kemudian beralih kepada sapi. Sapi menjawab dengan tenang,
“Aku turut prihatin, tapi itu bukan urusanku. Perangkap tikus itu bahkan tidak bisa menyentuhku sedikit pun.”

Tidak ada satu pun hewan yang mau memikirkan cara untuk menolongnya.

Dengan kepala tertunduk dan hati penuh kecewa, tikus itu kembali ke dalam rumah dan menghadapi perangkap tikus itu sendirian.

Pada suatu malam, perangkap itu akhirnya menangkap sesuatu.

Mendengar suara jebakan, istri petani segera bergegas melihatnya. Karena suasana sangat gelap, ia tidak menyadari bahwa yang tertangkap bukanlah tikus, melainkan seekor ular berbisa.

Ular itu langsung menggigit lengannya.

Petani pun segera membawa istrinya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Untuk memulihkan kesehatan istrinya, petani menyembelih ayam dan memasaknya menjadi sup ayam agar istrinya bisa meminumnya. Namun kondisi istrinya tetap tidak membaik.

Ketika para tetangga datang untuk membantu merawat sang istri, petani kembali menyembelih babi untuk menjamu mereka.

Beberapa hari kemudian, kondisi sang istri semakin memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.

Banyak orang datang menghadiri pemakaman.

Untuk menjamu para kerabat dan tamu yang datang, petani pun menyembelih sapi.

Renungan

Seekor kupu-kupu yang mengepakkan sayapnya dapat memicu badai di belahan bumi lain.

Banyak hal yang tampaknya tidak berkaitan dengan kita, tetapi pada akhirnya dapat menghasilkan dampak yang sama sekali tidak kita duga.

Dalam kisah ini, perangkap tikus yang tampaknya hanya menjadi masalah bagi tikus ternyata berakhir dengan pengorbanan ayam, babi, dan sapi—hewan-hewan yang sebelumnya merasa tidak ada hubungannya sama sekali.

Kita hidup di dunia yang saling terhubung.

Nasib kita sebenarnya merupakan nasib bersama.

Karena itu, jangan menjadi orang yang egois.
Jangan berpikir bahwa sesuatu yang tidak berkaitan langsung dengan kita boleh diabaikan begitu saja.

Berikan sedikit lebih banyak perhatian kepada orang-orang di sekitar kita.
Berikan sedikit lebih banyak kepedulian.

Perubahan kecil saja mungkin dapat memengaruhi perkembangan berbagai peristiwa di kemudian hari.

Ketika kita membantu orang lain, sebenarnya kita juga sedang membantu diri kita sendiri.

Manusia seharusnya saling membantu dan saling peduli.

Kita tidak boleh hidup dengan sikap egois, berpikir bahwa selama suatu masalah tidak menyangkut diri sendiri maka tidak perlu dipedulikan.

Dunia ini sebenarnya adalah sebuah ekosistem kehidupan yang saling bergantung.

Tidak ada seorang pun yang tahu apakah suatu peristiwa yang saat ini tampaknya tidak ada hubungannya dengan kita, setelah melalui serangkaian perkembangan, pada akhirnya justru akan berdampak pada diri kita sendiri.

Jika kita bersedia memberikan sedikit perhatian dan sedikit bantuan kepada orang lain, mungkin kita bisa mencegah sebuah bencana bahkan sebelum bencana itu terjadi. (jhon)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
50.000 Driver Maxim Terima BHR Jelang Lebaran
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
115 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta Lebih Awal, Tiket KA Laku Terjual
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
LPS siapkan dua skenario implementasi program penjaminan polis
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Berkah Ramadan, Bank Jakarta Salurkan Santunan Rp1,7 Miliar untuk Anak Yatim
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Dilengkapi Fan Internal, Nubia Neo 5 GT Berpotensi jadi HP Gaming Paling Murah di Levelnya
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.