Lawan DBD, Takeda, IFRC & PMI Luncurkan Aliansi United Against Dengue di Indonesia

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Takeda, International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC), dan Palang Merah Indonesia (PMI) resmi meluncurkan aliansi United Against Dengue (UAD) di Indonesia.

Indonesia mencatatkan sejarah sebagai negara pertama yang mengaktifkan kemitraan regional ini di tingkat nasional.

BACA JUGA: Ubah Kulit Jeruk Jadi Tablet Anti-DBD, SMA Unggulan Rushd Raih Medali Nasional

Langkah ini bertujuan memperkuat ketahanan masyarakat serta mendukung target pemerintah mencapai nol kematian akibat dengue pada 2030.

Urgensi peluncuran aliansi ini didasari oleh data kesehatan yang mengkhawatirkan. Berdasarkan laporan World Health Organization (WHO) 2024, terdapat 14,6 juta kasus dengue dengan 12.000 kematian di seluruh dunia.

BACA JUGA: Waspada, Kasus DBD di Jakarta Meningkat

"Melalui aliansi United Against Dengue, kami mendorong penguatan upaya pencegahan melalui edukasi yang menjangkau berbagai elemen masyarakat," kata Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, Kamis (12/3).

Di tingkat nasional, data BPJS Kesehatan pada 2024 menunjukkan terdapat 1.055.255 rawat inap akibat dengue (di luar status Kejadian Luar Biasa). Selain itu, beban ekonomi yang terjadi akibat hal itu, mencapai Rp3 triliun, sesuatu yang menjadi peringatan keras bagi stabilitas ekonomi dan kesehatan masyarakat.

Oleh sebab itu, DBD/dengue menjadi ancaman serius bagi seluruh masyarakat, baik mereka yang terdampak langsung maupun tidak langsung. Sebagai mitra jangka panjang bagi Indonesia, Takeda berkomitmen untuk melawan DBD/dengue melalui kemitraan publik-swasta yang kuat guna mendukung tercapainya tujuan nol kematian akibat dengue pada 2030. 

"Melalui aliansi United Against Dengue, kami ingin mendorong penguatan upaya pencegahan melalui edukasi yang menjangkau berbagai elemen masyarakat dan komunitas di Indonesia bersama dengan para pemangku kepentingan terkait," ujar Andreas.

Head of Delegation and Representative to ASEAN, Country Cluster for Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapore and Timor-Leste, International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies, Kathryn Clarkson, menyampaikan IFRC akan memanfaatkan jejaring luas relawan untuk memperkuat kesiapsiagaan di tingkat akar rumput. 

"Melalui inisiasi United Against Dengue ini, IFRC bersama para mitra berupaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan menghubungkan pemerintah, organisasi kemanusiaan, sektor swasta,dan masyarakat untuk mendorong upaya pencegahan dengue yang berkelanjutan," katanya.

Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Pengurus Pusat Palang Merah Indonesia (PMI), Fachmi Idris meyakini pentingnya kolaborasi multipihak yang menyeluruh agar dapat memberikan manfaat yang optimal bagi populasi terdampak.

Bagi PMI, inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus berkontribusi mendukung agenda kesehatan masyarakat serta memperkuat ketahanan masyarakat terhadap risiko penyakit menular. 

"Program ini juga mendukung strategi nasional pengendalian dengue Kementerian Kesehatan RI, di mana PMI berperan sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat implementasi di tingkat masyarakat,” kata Fachmi Idris.

Acara peluncuran ini turut dihadiri oleh perwakilan Kemenko PMK, Kementerian Kesehatan, BMKG, hingga WHO Indonesia, menunjukkan dukungan penuh negara terhadap pencegahan DBD yang komprehensif. (esy/jpnn)


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Mesyia Muhammad


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Keberuntungan Pisces di Bulan Kelahirannya
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
DPR Sahkan RUU PPRT,  PKB: Kita Kawal hingga Jadi Undang-Undang!
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Survei: Separuh Warga AS Salahkan Trump Imbas Kenaikan Harga BBM
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Ekspor Minyak Iran Tetap Mengalir di Selat Hormuz Meski Serangan Memanas
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Biaya Perang Iran Lampaui USD 11,3 Miliar
• 6 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.