JAKARTA, KOMPAS.com - Oei Hengky Wiryo, bos PT A2Z Solusindo Teknologi, terungkap mengelola 14 situs judi daring dan telah beroperasi sejak 2018 silam.
Dari bisnis haram yang dijalankan selama tujuh tahun tersebut, sindikat ini berhasil meraup lebih dari Rp 530 miliar.
Fakta ini terungkap saat Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat menyerahkan uang rampasan senilai Rp 530.430.217.325 beserta uang denda Rp 1 miliar ke kas negara melalui Kementerian Keuangan pada Jumat (13/3/2026).
Baca juga: Kejari Jakbar Serahkan Rp 530 Miliar Rampasan Kasus Judol ke Kas Negara
Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Nurul Wahida Rifai, mengungkapkan sindikat ini secara terstruktur mencuci uang hasil kejahatan siber tersebut melalui sistem korporasi.
"Terpidana menyembunyikan atau menyamarkan asal usul, sumber, lokasi atau kepemilikan yang sebenarnya atas harta kekayaan yang diketahuinya merupakan hasil tindak pidana perjudian dari beberapa perusahaan cangkang," jelas Nurul di Kantor Kejari Jakarta Barat, Jumat (13/3/2026).
Sindikat kelas kakap ini didalangi oleh dua orang terpidana yaitu Oei Hengky Wiryo (69) dan rekannya yang bernama Henkie.
Pada tahun 2018, keduanya mendirikan PT A2Z Solusindo Teknologi sebagai perusahaan cangkang untuk mencuci uang hasil judi daring.
Dalam struktur perusahaan tersebut, Henkie bertindak sebagai Direktur Utama, sementara Oei Hengky Wiryo sebagai Komisaris Utama sekaligus pemegang saham mayoritas sebesar 60 persen atau senilai Rp 300 juta.
Baca juga: Penampakan Uang Rp 530 Miliar yang Disita Kejari Jakbar dari Kasus Judol Oei Hengky Wiryo
Secara administrasi, perusahaan ini bergerak di bidang perdagangan dan konsultasi komputer.
Namun pada praktiknya, PT A2Z Solusindo Teknologi bertindak sebagai beneficial owner dari PT Trans Digital Cemerlang, sebuah perusahaan portal web yang digunakan untuk menaungi belasan situs judi daring.
Selama rentang waktu tujuh tahun, perusahaan ini menaungi dan mengendalikan 14 situs perjudian daring.
Situs-situs tersebut di antaranya adalah YUKKPLAY54, BetVIVA, ARENASLOT77, loginjptogel77, royal777vip, juragan Gaming, CBOGAMING, 888Togel, mabukw1n, AQUASLOT, Alexis17, GOKKEN138, UGSLOT, dan HCS77.
"Uang hasil perjudian daring kemudian disamarkan ke rekening terpidana Oei Hengky Wiryo dan beberapa rekening terafiliasi lainnya," ungkap Nurul.
Baca juga: Pramono Perintahkan Satpol PP Cek Stiker QR Diduga Arahkan ke Judol
Operasional perusahaan judi daring ini akhirnya terendus pada tahun 2024 saat Bareskrim Polri menerima laporan terkait transaksi keuangan mencurigakan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Dana deposit dari para pemain judi daring berhasil dilacak dan berujung di rekening-rekening penampung yang dikelola oleh sindikat Oei Hengky.




