Grid.ID - Siapa bilang sajian opor ayam hanya nikmat disantap saat perayaan Idul Fitri saja? Hidangan berkuah gurih ini juga bisa menjadi comfort food yang sempurna untuk menghangatkan momen makan siang maupun makan malam bersama keluarga.
Namun, sebelum kita menjajal cara membuatnya, tahukah kamu kalau sajian populer ini ternyata menyimpan sejarah panjang?
Hidangan opor merupakan bentuk nyata dari akulturasi antara budaya Nusantara dengan budaya asing. Tepatnya, makanan ini adalah hasil modifikasi perpaduan antara gulai khas Arab dan kari asal India yang racikannya telah disesuaikan dengan selera lidah orang Indonesia.
Budaya memasak gulai dan kari ini pada mulanya masuk ke Indonesia seiring dengan periode awal penyebaran agama Islam oleh para pendatang dari Arab dan India. Mereka memperkenalkan hidangan berempah ini melalui jalur kawasan pesisir, mulai dari Sumatra, Selat Malaka, hingga Pulau Jawa.
Oleh sebab itulah, opor ayam sangat identik dan menjadi hidangan favorit masyarakat Melayu serta Jawa, yang menjadi kawasan pertama penerima pengaruh budaya tersebut.
Nah, jika biasanya memasak opor dengan cara direbus lama di atas kompor, kali ini ada inovasi yang sayang untuk dilewatkan. Dilansir dari Kompas.com, terinspirasi dari Pickles and Tea, ada sebuah resep opor ayam kuah putih dengan teknik memasak unik yang dijamin bikin bumbu meresap sempurna hingga ke dalam tulang.
Tak hanya itu, tekstur kuahnya pun akan terasa jauh lebih creamy. Ternyata rahasia utama kelezatannya ada pada penggunaan rempah-rempah utuh yang disangrai terlebih dahulu.
Aroma yang dihasilkan akan jauh lebih wangi dan menggugah selera dibandingkan jika kamu hanya mengandalkan bumbu bubuk instan. Yuk, simak resepnya!
Rempah Sangrai (Bumbu Kunci):
- 2 sdt biji ketumbar
- 1 sdt lada hitam butiran
- 1/4 sdt jintan
- 2 butir cengkeh utuh
Bahan Utama:
- 1 ekor ayam utuh (berat sekitar 1,5 - 1,8 kg), boleh dipotong-potong atau dibiarkan utuh sesuai selera
- 400 ml santan kental (ukuran 1 kaleng/kemasan)
- 400 ml air (gunakan kaleng atau kemasan santan sebagai takaran agar rasionya seimbang)
- 1 batang serai (memarkan)
- 6 siung bawang putih (kupas dan geprek)
- 2 cm jahe segar (iris tipis)
- 50 gram bawang merah (cincang kasar)
- 6-8 buah cabai kering (opsional, ini hanya untuk menambah aroma nikmat tanpa memberikan rasa pedas yang berlebihan)
- Garam dan gula secukupnya (sekitar 1 sdm gula untuk menyeimbangkan rasa)
Bahan Pelengkap Sajian:
- Bawang merah goreng (wajib ada!)
- Daun ketumbar atau irisan daun bawang segar
Cara Membuat:
1. Proses Menyangrai Rempah
Siapkan wajan kecil dan panaskan di atas kompor tanpa menggunakan minyak. Masukkan biji ketumbar, jintan, dan lada hitam butiran.
Sangrai perlahan menggunakan api sedang selama kurang lebih 2 menit hingga warnanya berubah sedikit kecokelatan dan mengeluarkan aroma wangi yang khas. Setelah dirasa cukup, biarkan suhu rempah mendingin lalu haluskan hingga lembut menggunakan ulekan atau alat dry mill.
2. Meracik Kuah Santan
Siapkan panci berukuran besar atau Dutch oven. Tuangkan santan kental, air, bumbu rempah yang baru saja dihaluskan, beserta garam dan gula. Aduk merata.
Selanjutnya, masukkan irisan jahe, bawang putih geprek, bawang merah cincang, serai yang sudah dimemarkan, serta cabai kering ke dalam kuah santan tersebut.
3. Tahapan Memasak dengan Teknik Slow-Braise
- Balurkan sedikit garam ke seluruh permukaan potongan daging ayam, lalu masukkan ayam ke dalam panci berisi racikan kuah santan. Pastikan seluruh bagian ayam terendam dengan baik.
- Kamu punya dua pilihan cara memasak. Pertama, masak di atas kompor menggunakan api kecil agar santannya tidak pecah. Kedua, gunakan oven dengan suhu 150°C. Apapun metodenya, masaklah ayam secara perlahan selama sekitar 2 hingga 2,5 jam.
- Penerapan teknik slow-braise atau masak perlahan inilah yang akan membuat tekstur daging ayam menjadi sangat empuk hingga mudah lepas dari tulangnya (fall-off-the-bone), sementara kuahnya akan menyusut dan mengental dengam baik.
Lemak alami dari daging ayam akan perlahan lumer dan menyatu dengan santan, sehingga menciptakan kuah yang super creamy tapi tetap terasa ringan di lidah.
- Jangan lupa untuk melakukan koreksi rasa. Cicipi sedikit kuahnya, lalu tambahkan gula atau garam apabila bumbunya dirasa masih kurang nendang.
- Paduan lada hitam dan cengkeh di dalam kuah ini akan memberikan sensasi kehangatan ekstra yang dijamin bikin siapa saja ketagihan.
Sajikan opor ayam selagi masih hangat, jangan lupa taburkan bawang merah goreng yang melimpah di atasnya.(*)
Artikel Asli



