Bisnis.com, SURABAYA – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengakui eskalasi konflik bersenjata yang tengah terjadi akhir-akhir ini di kawasan Timur Tengah berdampak terhadap situasi dan kondisi sektor pariwisata dalam negeri.
Ia membeberkan perang yang berkecamuk antara Iran dan Israel-Amerika Serikat dalam beberapa waktu terakhir disebutnya berdampak pada jumlah dan pergerakan wisatawan di tanah air.
“Kalau kita bicara apakah pariwisata terdampak dengan situasi geopolitik saat ini? Pasti terdampak,” ucap Ni Luh Puspa saat ditemui di kawasan Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran, Surabaya, Kamis (12/3/2026).
Saat ini, tutur Puspa, pemerintah telah mengeluarkan sejumlah strategi untuk menjaga hingga menarik minat para wisatawan agar pelaku usaha di sektor pariwisata tetap hidup.
Menurutnya, salah satu kebijakan yang akan dijalankan pemerintah adalah dengan menghadirkan berbagai paket perjalanan dengan destinasi-destinasi wisata menarik yang dibanderol dengan harga terjangkau.
“Seperti dengan menghadirkan paket-paket [perjalanan pariwisata] yang lebih baik, paket-paket yang lebih bijaksana untuk masyarakat, sehingga pergerakan itu tetap terjaga,” ucapnya.
Baca Juga
- Aliran Dividen BCA (BBCA) ke Anthoni Salim hingga Vanguard
- Beredar Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia dalam Serangan Iran, Benarkah?
- Efek Perang Iran, RI Mau 'Suntik Mati' PLTD Usai Harga Minyak Melonjak
Selain itu, pemerintah selaku regulator juga mendorong segenap pengelola destinasi wisata untuk dapat menghadirkan promo dan diskon harga tiket masuk. Puspa menjelaskan strategi tersebut dilakukan agar minat masyarakat untuk berwisata tetap tinggi, di tengah situasi geopolitik global sedang tidak menentu.
“Ada bundling harga [paket perjalanan wisata], baik itu akomodasi sampai dengan atraksi. Yang kami harapkan, itu bisa membuat pergerakan wisatawan tetap terjadi di tengah situasi saat ini,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyatakan hingga saat ini destinasi pariwisata Indonesia tetap aman bagi wisatawan di tengah dinamika global dan perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah.
“Pemerintah terus memantau perkembangan situasi secara saksama,” kata Widiyanti di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa sektor pariwisata memiliki keterkaitan erat dengan mobilitas dan perjalanan lintas negara. Karena itu, dinamika yang terjadi di berbagai kawasan dunia, termasuk di Timur Tengah, dapat memunculkan ketidakpastian dalam perjalanan internasional, baik bagi wisatawan maupun industri pariwisata global.
Kementerian Pariwisata terus melakukan langkah-langkah adaptif untuk menjaga momentum pertumbuhan pariwisata Indonesia. Salah satu strategi yang dirumuskan adalah melakukan penyesuaian fokus pasar dengan memperkuat promosi pada negara-negara dengan akses perjalanan yang stabil seperti Asia Timur, Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Oseania.
Selain melakukan pergeseran target pasar, Kementerian Pariwisata juga mengintensifkan promosi pariwisata Indonesia melalui kampanye digital yang lebih masif, meningkatkan penyelenggaraan berbagai kegiatan dan event lintas negara, serta memperkuat minat wisatawan nusantara untuk berwisata di dalam negeri.
Terkait dengan penutupan ruang udara di kawasan Timur Tengah yang sempat berdampak pada perjalanan sebagian wisatawan, Pemerintah telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan para wisatawan dapat menunggu dengan aman hingga perjalanan mereka dapat dilanjutkan.
“Kami juga memastikan bahwa wisatawan yang saat ini berada di Indonesia tetap mendapatkan pelayanan dan dukungan yang baik,” ujarnya.





