Bank Permata (BNLI) Mau Naik Kelas ke KBMI IV, Ini Strateginya

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Bank Permata

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Permata Tbk (BNLI) berbicara mengenai peluang naik kelas menjadi kelompok bank modal inti (KBMI) IV dan pelepasan alias spin off unit usaha syariah (UUS). 

Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah Permata Bank, Rudy Basyir Ahmad mengatakan pihaknya menyambut baik keinginan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan jumlah bank KBMI IV.

"Tentu imbauan itu kita terima dengan positif. Dan kita tahu lah, naiknya dari KBMI III dan KBMI IV itu pun menunjukkan bahwa bank itu akan lebih kuat dengan sendirinya," kata Rudy saat public expose di Permata Bank Head Office, Kamis (12/3/2026).


Ia melanjutkan bahwa Permata Bank akan terus menerapkan pertumbuhan yang sustainable. Dengan demikian, permodalan bank itu juga bertumbuh berkelanjutan, dan harapannya bisa mencapai ketentuan KBMI IV, yakni modal inti di atas Rp70 triliun.

"Tapi kalau dari sisi kami, kita akan sesuaikan dengan pertumbuhan yang memang sustain, dengan terus menjaga prinsip kehati-hatian, dan menerapkan disiplin risk management yang berkelanjutan," ucap Rudy.

Baca: Setelah Lama Lesu, Ada Sinyal Saham Perbankan Mulai Dilirik Investor

Sama halnya dengan spin off UUS, Permata Bank tidak ingin terburu-buru dan ingin memperkuat bisnis syariah terlebih dahulu. Namun, Rudy menekankan bahwa pihaknya juga tidak menahan-nahan aset UUS bank itu untuk mencapai jumlah ketentuan minimum, yakni Rp50 triliun. Tercatat, aset UUS Permata Bank mencapai Rp36,81 triliun per Desember 2025, turun tipis dari setahun sebelumnya Rp37,41 triliun.

"Jadi fokus kami sekarang itu adalah memperkuat bisnis syariah kita. Bagaimana kita bisa memperkuat dari sisi neracanya, supaya bisnisnya juga lebih diversifikasi. Bagaimana kita bisa memperkuat dari sisi pelayanan pada dasarnya," tutur Rudy.

Yang paling penting, kata dia, bagaimana Permata Bank Syariah bisa menggarap semua segmen yakni "syariah untuk semua."

"Ke depannya itu kita akan terus fokus untuk memperkuat syariahnya. Sejalan dengan pertumbuhan bank yang cukup stable. Sehingga ketika nanti pada saat kita sudah masuk ke threshold menuju spin off, kita sudah jauh lebih ready dan lebih kuat pada saat ini," terang Rudy.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Dinamika Rupiah di Tengah Konflik Global

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gara-gara Donald Trump Salah Perhitungan, 2 Hari Perang AS Habiskan Rp 94 Triliun
• 19 jam lalusuara.com
thumb
Man City Gigit Jari, Arsenal Siap Tumbalkan Pemain demi Rekrut Bek Gacor Seharga Rp1,3 Triliun
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
One Way dan Contraflow Juga Berlaku di Jalur Arteri, Termasuk Gadog
• 8 jam lalukompas.com
thumb
BrahMos vs Fattah 1: Timur Tengah Membara, Indonesia Ikut Beli Rudal yang Ditakuti Barat
• 1 jam lalusuara.com
thumb
Video: Simak! Jadwal Contra Flow Selama Mudik Lebaran 2026
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.