Ilmuwan Temukan Bentuk Baru Aluminium yang Lebih Murah dan Ramah Lingkungan

medcom.id
11 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Para peneliti dari King’s College London berhasil mencatatkan sejarah baru dalam dunia sains dengan memisahkan bentuk baru aluminium yang sangat reaktif. Penemuan ini diprediksi akan mengubah peta industri manufaktur global karena mampu menggantikan logam mulia yang mahal dan sulit didapat dalam proses produksi bahan kimia.
 
Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Clare Bakewell, Dosen Senior di Departemen Kimia King’s College London, berfokus pada pengembangan molekul aluminium yang memiliki kemampuan unik memutus ikatan kimia yang sangat kuat. Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah ternama, Nature Communications ini mengungkap struktur molekuler yang belum pernah ditemukan sebelumnya dalam sejarah ilmu kimia.
 
Langkah ini diambil sebagai solusi atas ketergantungan industri terhadap logam transisi seperti platinum dan paladium yang proses ekstraksinya merusak lingkungan. Selain dampak ekologis, logam-logam mulia tersebut sering kali berasal dari wilayah konflik politik, yang memicu lonjakan harga dan ketidakpastian pasokan.

Bakewell menegaskan alasan utama pemilihan aluminium adalah ketersediaannya yang melimpah di bumi. "Kami memilih aluminium karena ia sangat melimpah, sehingga harganya sekitar 20.000 kali lebih murah daripada logam mulia seperti platinum dan paladium," jelas Bakewell dikutip dari laman kcl.ac.uk, Jumat, 13 Maret 2026.
 
Terobosan paling signifikan dalam riset ini adalah penemuan cyclotrialumane (siklotrialuman). Senyawa ini terdiri dari tiga atom aluminium yang tersusun dalam struktur trimerik atau berbentuk segitiga. Keunggulan utamanya terletak pada sifatnya yang sangat reaktif namun tetap stabil atau kuat meskipun telah dilarutkan dalam berbagai larutan kimia.
 

Baca Juga :


Katalis Merah Putih, Wujud Kemandirian Rekayasa Reaksi Kimia

Ketangguhan struktur ini memungkinkan penggunaan aluminium dalam berbagai reaksi rumit, termasuk pemecahan dihidrogen dan pertumbuhan rantai hidrokarbon etena. Menariknya, reaktivitas aluminium jenis baru ini justru melampaui kemampuan logam transisi yang awalnya ingin ditiru oleh tim peneliti.
 
"Yang paling menarik, kami dapat menggunakan trimer aluminium ini untuk membangun senyawa yang benar-benar baru dengan tingkat reaktivitas yang belum pernah diamati sebelumnya," ujar dia.
 
Kemampuan ini mencakup pembentukan cincin karbon dan aluminium yang unik, yang menjadi garis depan dalam penelitian kimia modern.
 
Melalui penemuan ini, para ahli kimia kini memiliki peluang untuk menciptakan arsitektur molekuler yang lebih besar dengan sifat unik untuk membangun material dan produk masa depan. Teknologi ini tidak hanya menawarkan efisiensi biaya yang masif bagi industri, tetapi juga mendukung transisi global menuju produksi kimia yang lebih bersih dan berkelanjutan.
 
Meskipun saat ini penelitian masih berada dalam tahap eksplorasi, potensi yang ditunjukkan sudah cukup untuk memberikan harapan bagi industri hijau. Dengan memanfaatkan material yang melimpah di bumi, dunia dapat mengurangi dampak kerusakan lingkungan akibat penambangan logam mulia yang berlebihan.
 
Bakewell optimis ini barulah permulaan dari berbagai penemuan besar lainnya. Inovasi ini membuktikan batas-batas pengetahuan kimia masih terus bisa didorong untuk menciptakan solusi yang lebih hemat energi dan ramah bagi bumi. (Talitha Islamey)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KAI Daop 1 Jakarta Buka Posko Angkutan Lebaran 2026
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Pemain Naturalisasi di Liga Belanda Ini Bawa Kabar Baik untuk Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Kuasa Hukum Kerry Riza Soroti Salinan Putusan Belum Terbit, Nilai Hambat Proses Banding
• 15 jam lalusuara.com
thumb
Total KPK Tangkap 27 Orang terkait OTT Bupati Cilacap
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Posko Nasional ESDM RAFI 2026 Resmi Dibuka, PLN Pastikan Kesiapan Pasokan Listrik dan SPKLU Aman Terkendali
• 9 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.