CEO Adobe Shantanu Narayen Mundur usai 18 Tahun Menjabat

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

CEO Adobe, Shantanu Narayen, mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya setelah memimpin perusahaan software tersebut selama hampir dua dekade. Keputusan ini muncul saat investor semakin mempertanyakan kemampuan perusahaan peranti lunak kreatif tersebut untuk bersaing di era kecerdasan buatan (AI).

Narayen memimpin Adobe selama 18 tahun. Pria berusia 62 tahun itu akan tetap menjabat sebagai CEO hingga perusahaan menunjuk pengganti, serta tetap menjadi ketua dewan direksi.

"Dalam beberapa bulan ke depan, saya akan bekerja sama dengan Frank Calderoni, direktur utama kami, serta dewan direksi untuk mengidentifikasi penerus saya dan memastikan proses transisi berjalan lancar," kata Narayen dalam memo kepada karyawan, mengutip Fortune.

Analis dari Emarketer, Grace Harmon, menilai pergantian CEO ini menimbulkan sejumlah pertanyaan baru di kalangan investor. Mereka akan memperhatikan arah strategi perusahaan, prioritas penggunaan modal, serta kecepatan inovasi Adobe dalam mengembangkan teknologi kecerdasan buatan.

Sebagian investor dilaporkan mulai mempertanyakan strategi Adobe menghadapi era AI generatif. Teknologi ini memungkinkan pengguna membuat konten visual tanpa perlu menggunakan peranti lunak mahal.

Pengembang aplikasi Photoshop ini menghadapi tekanan dari gelombang alat AI baru yang mampu membuat gambar, video, dan desain secara otomatis. Sejumlah perusahaan seperti Salesforce Inc. dan Atlassian Corp. juga mengalami tantangan serupa dalam menarik pelanggan baru.

Di saat yang sama, berbagai startup dan perusahaan teknologi besar mulai menawarkan alat kreatif berbasis AI yang lebih mudah digunakan. Salah satu contoh datang dari model video AI milik Google, Veo 3, yang mampu menghasilkan konten visual tanpa memerlukan software desain profesional.

Adobe sendiri berusaha mengejar perkembangan tersebut dengan menyematkan AI ke dalam berbagai produknya. Perusahaan juga mengembangkan model AI internal bernama Adobe Firefly yang dirancang untuk menghasilkan gambar tanpa risiko pelanggaran hak cipta.

Meski menghadapi tekanan baru, Narayen memimpin periode pertumbuhan besar bagi perusahaan. Pendapatan tahunan Adobe meningkat hampir enam kali lipat sejak ia mengambil alih kepemimpinan pada 2007, dari sekitar 4 miliar dolar AS menjadi sekitar 24 miliar dolar AS. Jumlah karyawan juga bertambah dari sekitar 7.000 menjadi lebih dari 30.000 orang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gempa M 5,3 Terjadi di Melawi Kalbar, Terasa hingga Sintang dan Sanggau
• 17 jam laludetik.com
thumb
Iran Luncurkan Rudal Balistik Berat Gelombang ke-40, Trump Klaim AS Sudah Menang
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Pasien ODGJ RSU Situbondo Kabur & Ngamuk di Jalur Pantura, lalu Diamankan Polisi
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Menkeu Purbaya Pimpin Sidang Hambatan Usaha Hari Ini
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
Arus Mudik Lebaran 2026, Stasiun Pasar Senen Mulai Dipadati Penumpang
• 7 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.