Pertahanan Persebaya Surabaya Disorot: Taktik Bernardo Tavares Dinilai Butuh Bek Selevel Yuran Fernandes dan Victor Luiz

harianfajar
7 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, SURABAYA — Lini belakang Persebaya Surabaya menjadi sorotan tajam setelah kekalahan telak 1-5 dari Borneo FC Samarinda pada pekan sebelumnya. Hasil tersebut memicu kritik dari berbagai pihak, terutama terkait performa sektor pertahanan tim berjuluk Green Force itu.

Meski demikian, pelatih kepala Persebaya, Bernardo Tavares, memilih untuk tidak menyalahkan individu tertentu. Ia menegaskan bahwa kekalahan tersebut merupakan tanggung jawab seluruh tim, bukan kesalahan satu pemain semata.

Menjelang pertandingan pekan ke-26 BRI Liga 1 melawan Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo pada 4 April mendatang, Tavares meminta seluruh skuad menjadikan kekalahan di Samarinda sebagai bahan evaluasi.

Tavares Bela Pemainnya

Dalam pertandingan melawan Borneo FC, sorotan publik sempat tertuju pada salah satu bek tengah Persebaya yang terpeleset saat proses terjadinya gol keempat lawan. Momen tersebut dianggap sebagai titik balik yang membuat pertahanan Persebaya semakin rapuh.

Namun Tavares menolak keras menyudutkan pemain tersebut.

“Gol keempat memang terjadi karena kesalahan individu, bek tengah kami terjatuh. Tetapi kami kalah sebagai tim, jadi itu adalah kesalahan tim, bukan hanya satu pemain,” ujar pelatih asal Portugal itu.

Menurutnya, menyalahkan individu justru berpotensi merusak mental pemain, terlebih Persebaya akan segera memainkan laga kandang penting di depan pendukungnya.

Risiko Taktik Menyerang

Tavares menjelaskan bahwa keputusan tim untuk tetap bermain menyerang meski tertinggal merupakan bagian dari karakter permainan Persebaya.

Ketika tertinggal, tim memiliki dua pilihan: bertahan untuk menghindari kekalahan lebih besar atau tetap menyerang demi mengejar gol.

Persebaya memilih opsi kedua.

“Ketika kami tertinggal, kami memilih untuk tetap mencoba bermain dan menyerang. Risiko dari pilihan itu adalah ruang di belakang terbuka, dan Borneo FC memanfaatkannya,” jelas Tavares.

Pendekatan ini, menurutnya, tetap akan dipertahankan. Namun keseimbangan antara menyerang dan bertahan harus diperbaiki agar tim tidak kembali mudah kebobolan.

Butuh Bek Kelas Liga Top

Sejumlah pengamat menilai sistem permainan Tavares sebenarnya menuntut kualitas bek yang sangat kuat dalam duel dan disiplin dalam menjaga garis pertahanan.

Model permainan dengan garis pertahanan tinggi serta pressing agresif membutuhkan bek yang cepat, kuat, dan memiliki kemampuan membaca permainan dengan baik.

Karena itu, sebagian pihak menilai Persebaya masih membutuhkan bek dengan kualitas seperti Yuran Fernandes atau Victor Luiz—dua pemain yang dikenal memiliki karakter tangguh di lini belakang.

Tanpa sosok dengan kualitas seperti itu, sistem permainan berisiko membuat pertahanan terlalu mudah ditembus ketika transisi dari menyerang ke bertahan tidak berjalan sempurna.

Fokus Evaluasi Jelang Laga Kandang

Persebaya masih memiliki waktu sekitar tiga minggu untuk melakukan evaluasi sebelum menghadapi Persita.

Tim pelatih kini fokus menganalisis kesalahan yang terjadi saat melawan Borneo FC sekaligus memperbaiki koordinasi lini belakang.

Selain aspek taktik, pemulihan mental pemain juga menjadi perhatian penting.

“Semua orang merasa sedih setelah pertandingan itu. Tapi sekarang yang bisa kami lakukan adalah menganalisis kesalahan dan mencoba memperbaikinya agar kami bisa tampil lebih baik ke depannya,” kata Tavares.

Menanti Reaksi di Gelora Bung Tomo

Laga melawan Persita nanti akan menjadi ujian penting bagi Persebaya untuk membuktikan bahwa kekalahan telak di Samarinda hanyalah kecelakaan permainan.

Di hadapan ribuan pendukung setia, yakni Bonek dan Bonita, Green Force diharapkan mampu menunjukkan reaksi positif sekaligus memperbaiki performa lini pertahanan mereka.

Bagi Persebaya, pertandingan tersebut bukan sekadar upaya meraih tiga poin—tetapi juga momentum untuk memulihkan kepercayaan diri tim dan menjawab kritik yang sempat mengarah pada barisan belakang mereka.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Reklame 10 Meter Roboh di Pasar Kranji Bekasi, Bikin Macet 1 Km
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Wamen ESDM: Pertamina Sudah Fasilitasi Pembelian Solar untuk SPBU Swasta
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Rismon Minta Maaf ke Jokowi, Said Didu Beri Sindiran Menohok: Ibaratkan “Intan Cacat”!
• 11 jam laluharianfajar
thumb
5 Fitur Baru Google Maps yang Wajib Anda Tahu
• 10 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Berkah Ramadan, Bank Jakarta Salurkan Santunan Rp1,7 Miliar untuk Anak Yatim
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.