IHSG Ditutup Jeblok 3%, Saham Big Caps AMMN, DSSA dan BREN Ambrol

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi cukup dalam pada perdagangan Jumat (13/3/2026). Saham big caps seperti AMMN, DSSA, MORA turun lebih dari 10%.

Melansir IDX Mobile, IHSG turun 3,05% ke 7.137,21. Hari ini ada 113 saham yang ditutup menguat, sedangkan 656 saham melemah dan 189 tak berubah. Indeks komposit bergerak di rentang 7.132 sampai 7.350. Transaksi hari ini mencapai 26,94 miliar saham senilai Rp13,67 triliun. Kapitalisasi pasar IHSG kini menjadi Rp12.677 triliun.

Saham big caps yang ambles hari ini antara lain adalah PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang turun 4,18% ke Rp6.300, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) turun 11,47% ke Rp66.952, dan saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) ditutup turun 7,89% ke Rp200.800.

Sementara itu, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) juga melemah 10,41% ke Rp4.950, saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) turun 4,53% ke Rp1.370, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) turun 3,07% ke Rp790, sampai saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) yang ambrol 14,67% ke Rp4.480.

Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata mencatat pada koreksi IHSG di penutupan perdagangan Kamis (12/3) sebenarnya transaksi belanja asing (all market) telah masuk sekitar Rp1 triliun dengan nilai tukar rupiah yang stabil di kisaran Rp16.886 per dolar AS.

"IHSG agak susah naik tinggi menimbang segala sentimen global yang terjadi, pun di kala menjelang libur panjang Idulfitri di mana ini membuat banyak investor mengurangi posisi portfolio mereka demi terhindar dari gejolak pasar selama ditinggal liburan," kata Liza dalam riset hariannya, Jumat (13/3/2026).

Baca Juga

  • Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Jumat, 13 Maret 2026
  • Kans Saham UNTR, antara Valuasi dan Ekspektasi 2026
  • Gelombang Revisi Peringkat Saham PTBA Berlanjut Maret 2026

Liza menjelaskan sentimen pasar yang menyertai gerak IHSG adalah lonjakan harga minyak yang dapat meningkatkan risiko stagflasi global dan menekan ekspektasi pelonggaran moneter. Pasar yang sebelumnya memperkirakan 2-3 pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini kini hanya memperhitungkan sekitar 20 bps pelonggaran hingga akhir tahun. 

Presiden AS Donald Trump kembali mendesak Ketua Federal Reserve Jerome Powell untuk segera menurunkan suku bunga, namun pasar menilai lonjakan harga energi justru akan memperpanjang tekanan inflasi. 

Goldman Sachs memperkirakan inflasi personal consumption expenditure (PCE) AS dapat mencapai sekitar 2,9% pada Desember 2026 dengan inflasi inti sekitar 2,4%, sementara proyeksi pertumbuhan ekonomi AS 2026 diturunkan menjadi sekitar 2,2%. Secara historis kenaikan harga minyak 10% diperkirakan menambah inflasi PCE sekitar 0,2 poin persentase dan menurunkan pertumbuhan GDP sekitar 0,1 poin persentase. 

"Wells Fargo juga menilai dampak utama lonjakan energi kemungkinan muncul melalui perlambatan konsumsi meskipun ekonomi AS kini lebih tahan terhadap guncangan energi dibanding masa lalu," tandasnya.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PLN UID Sulselrabar Gelar Apel Siaga Kelistrikan Idul Fitri 1447 H, Pastikan Listrik Andal Saat Lebaran
• 3 jam laluterkini.id
thumb
Pergerakan Penumpang Lebaran 2026 Diprediksi Capai 9 Juta Orang di 37 Bandara
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Dua Kebijakan Penyelamatan Gajah dan Taman Nasional
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Waktu Adalah Nyawa: Lima Rahasia Pemimpin Sejati Mengelola Hari-harinya
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Tersengat Kenaikan Harga Minyak, Rupiah Akhir Pekan Ditutup Melemah ke Rp16.958 
• 1 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.