EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (11/3/2026) mengumumkan bahwa militer Amerika menenggelamkan seluruh 16 kapal penebar ranjau milik Iran dalam satu malam. Ia mengatakan bahwa rezim Iran menerima akibat dari tindakan mereka sendiri.
Reporter NTD di Washington, Zhang Liang, melaporkan bahwa sebelum meninggalkan The White House, Trump menjelaskan operasi militer tersebut. Ia mengatakan bahwa pasukan AS berhasil menenggelamkan 16 kapal Iran yang digunakan untuk menanam ranjau laut, dan menurutnya pemerintah Iran saat ini tidak lagi mampu membangun kembali kekuatan militernya yang telah dihancurkan.
“Dalam semalam kami menenggelamkan 16 kapal penebar ranjau. Belum pernah ada yang melihat hasil seperti ini,” kata Trump.
Ia juga menyatakan: “Mereka (pemerintah Iran) sudah kehilangan angkatan lautnya. Mereka sudah kehilangan angkatan udaranya. Mereka tidak memiliki sistem pertahanan udara lagi. Mereka tidak memiliki radar. Para pemimpin mereka juga telah meninggal dunia.”
Trump mengatakan bahwa meskipun angkatan laut Iran terlihat besar, namun tidak efektif. Ia menambahkan bahwa 16 kapal tersebut merupakan seluruh kapal penebar ranjau milik Iran.
Menurutnya, setelah militer AS menghancurkan angkatan laut dan angkatan udara Iran, maka tidak ada lagi ranjau di Selat Hormuz, sehingga kapal tanker minyak dapat kembali berlayar dengan bebas.
“Mereka telah mengganggu dunia selama 47 tahun. Sekarang mereka harus menanggung konsekuensi besar dari tindakan mereka,” ujar Trump.
Ketika seorang wartawan menanyakan apakah Spanyol sekarang bekerja sama dengan militer AS, Trump mengkritik pemerintah di Madrid karena menurutnya menikmati perlindungan dari NATO tetapi tidak membayar kontribusi pertahanan yang seharusnya.
Ia juga mengatakan masih mempertimbangkan kemungkinan memutus hubungan perdagangan dengan Spanyol.
“Izinkan saya mengatakan kabar baik: rakyat Spanyol sangat hebat. Tetapi para pemimpin mereka… tidak begitu baik,” tambah Trump.
Laporan oleh reporter NTD Television Zhang Liang dan Ren Hao dari Amerika Serikat.





