Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiagakan ratusan pekerja operasional LRT Jabodebek guna memastikan layanan transportasi tetap aman, andal, dan mampu mengakomodasi peningkatan mobilitas masyarakat selama angkutan Lebaran 2026.
"Keandalan operasional dan kesiapan pelayanan LRT Jabodebek menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat,” kata Executive Vice President LRT Jabodebek Suryawan Putra Hia dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Suryawan menegaskan masa angkutan Lebaran merupakan periode penting bagi perusahaan dalam memastikan layanan transportasi publik tetap berjalan optimal di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.
“Kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang sangat diandalkan masyarakat, khususnya pada periode Angkutan Lebaran," ujarnya.
Selama periode Angkutan Lebaran 2026, KAI menyiapkan 26 trainset dan 1 trainset cadangan LRT Jabodebek. Pada hari kerja (weekday), KAI akan mengoperasikan 430 perjalanan LRT Jabodebek.
Sementara itu, pada hari libur nasional/cuti bersama dan akhir pekan (weekend) akan mengoperasikan 270 perjalanan LRT Jabodebek.
"Dari sisi pelayanan, akan diperkuat dengan menyiapkan 243 petugas frontliner, yang terdiri dari 119 Passenger Service dan 124 ticketing officer," jelasnya.
Kemudian dari aspek keamanan turut diperkuat dengan melibatkan 527 personel pengamanan, yang terdiri dari 499 petugas internal (Polsuska dan security) serta 28 personel eksternal dari unsur TNI dan Polri.
“Begitu juga dengan petugas pekerja administrasi kantor, yang akan turut melaksanakan posko Angkutan Lebaran 2026 di stasiun, sehingga dapat mendukung petugas stasiun untuk melayani pengguna LRT Jabodebek,” tambahnya.
Manager Public Relations LRT Jabodebek Radhitya Mardika menambahkan berbagai langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menikmati layanan transportasi yang aman dan nyaman selama periode Angkutan Lebaran.
“LRT Jabodebek terus melakukan berbagai persiapan secara menyeluruh, baik dari sisi operasional, pelayanan, maupun pengamanan, agar pengguna dapat menikmati perjalanan dengan selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujar Radhitya.
KAI berharap melalui kesiapan tersebut, LRT Jabodebek dapat terus menjadi salah satu pilihan transportasi publik yang andal dalam mendukung mobilitas masyarakat selama masa mudik dan arus balik Lebaran.
KAI resmi membuka Posko Angkutan Lebaran 2026/1447 Hijriah untuk memastikan kesiapan operasional dan pelayanan LRT Jabodebek selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Posko angkutan Lebaran LRT Jabodebek akan berlangsung selama 16 hari, mulai 13 hingga 28 Maret 2026. Pembukaan posko ditandai dengan Apel Gelar Pasukan yang digelar di halaman kantor Divisi LRT Jabodebek, Jumat (13/3), dan dipimpin oleh Executive Vice President LRT Jabodebek Suryawan Putra Hia.
Baca juga: Masyarakat manfaatkan WFA dan cuti untuk mudik Lebaran lebih awal
Baca juga: KAI Daop 1 targetkan penumpang kereta Lebaran tahun ini naik 8 persen
Baca juga: KAI dan Kemenhub pastikan kelancaran dan keamanan angkutan Lebaran
"Keandalan operasional dan kesiapan pelayanan LRT Jabodebek menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat,” kata Executive Vice President LRT Jabodebek Suryawan Putra Hia dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Suryawan menegaskan masa angkutan Lebaran merupakan periode penting bagi perusahaan dalam memastikan layanan transportasi publik tetap berjalan optimal di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.
“Kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang sangat diandalkan masyarakat, khususnya pada periode Angkutan Lebaran," ujarnya.
Selama periode Angkutan Lebaran 2026, KAI menyiapkan 26 trainset dan 1 trainset cadangan LRT Jabodebek. Pada hari kerja (weekday), KAI akan mengoperasikan 430 perjalanan LRT Jabodebek.
Sementara itu, pada hari libur nasional/cuti bersama dan akhir pekan (weekend) akan mengoperasikan 270 perjalanan LRT Jabodebek.
"Dari sisi pelayanan, akan diperkuat dengan menyiapkan 243 petugas frontliner, yang terdiri dari 119 Passenger Service dan 124 ticketing officer," jelasnya.
Kemudian dari aspek keamanan turut diperkuat dengan melibatkan 527 personel pengamanan, yang terdiri dari 499 petugas internal (Polsuska dan security) serta 28 personel eksternal dari unsur TNI dan Polri.
“Begitu juga dengan petugas pekerja administrasi kantor, yang akan turut melaksanakan posko Angkutan Lebaran 2026 di stasiun, sehingga dapat mendukung petugas stasiun untuk melayani pengguna LRT Jabodebek,” tambahnya.
Manager Public Relations LRT Jabodebek Radhitya Mardika menambahkan berbagai langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menikmati layanan transportasi yang aman dan nyaman selama periode Angkutan Lebaran.
“LRT Jabodebek terus melakukan berbagai persiapan secara menyeluruh, baik dari sisi operasional, pelayanan, maupun pengamanan, agar pengguna dapat menikmati perjalanan dengan selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujar Radhitya.
KAI berharap melalui kesiapan tersebut, LRT Jabodebek dapat terus menjadi salah satu pilihan transportasi publik yang andal dalam mendukung mobilitas masyarakat selama masa mudik dan arus balik Lebaran.
KAI resmi membuka Posko Angkutan Lebaran 2026/1447 Hijriah untuk memastikan kesiapan operasional dan pelayanan LRT Jabodebek selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Posko angkutan Lebaran LRT Jabodebek akan berlangsung selama 16 hari, mulai 13 hingga 28 Maret 2026. Pembukaan posko ditandai dengan Apel Gelar Pasukan yang digelar di halaman kantor Divisi LRT Jabodebek, Jumat (13/3), dan dipimpin oleh Executive Vice President LRT Jabodebek Suryawan Putra Hia.
Baca juga: Masyarakat manfaatkan WFA dan cuti untuk mudik Lebaran lebih awal
Baca juga: KAI Daop 1 targetkan penumpang kereta Lebaran tahun ini naik 8 persen
Baca juga: KAI dan Kemenhub pastikan kelancaran dan keamanan angkutan Lebaran





