Tips Mengatur Pola Makan saat Mudik Lebaran, Kata Dokter Jangan Banyak Jajan!

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bagi pemudik yang hendak kembali ke kampung halaman dalam rangka merayakan Lebaran, tentu membutuhkan energi ekstra untuk melawan kemacetan yang biasanya mencapai puluhan atau belasan jam. Guna menjaga energi agar tetap stabil selama di perjalanan, sejumlah ahli kesehatan berikut memberikan tipsnya untuk kamu, simak ya!

Dilansir Antara, Dokter spesialis penyakit dalam Waluyo Dwi Cahyono menyarankan pemudik yang mengemudi kendaraan sendiri, sebaiknya mengupayakan tubuh selalu dalam kondisi prima. Salah satu caranya adalah dengan menjaga pola makan selama di perjalanan.

Menurutnya, pemudik sebaiknya tidak makan secara berlebihan. Pemudik harus tetap mengatur porsi dan waktu makan secara terukur.

"Jangan memaksakan diri, dan konsumsi makanan yang terukur juga," kata dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada itu.

Kemudian, dokter Waluyo juga mengingatkan untuk pemudik yang mengidap penyakit tertentu sebaiknya tetap memperhatikan jam minum obat serta hindari makanan yang menjadi pantangan. Misalnya, pemudik yang mengidap diabetes sebaiknya selalu makan tepat waktu.

"Kalau masa kerja obat delapan jam, ya delapan jam harus makan. Kalau tidak, nanti bisa hipoglikemia," tambahnya.

Sementara untuk jenis makanannya, dokter Waluyo mengatakan bahwa pasien diabetes bisa menikmati apa saja akan tetapi harus tetap mengukur porsi agar sesuai dengan kebutuhan kalori harian.

Kemudian, dia juga menyarankan untuk tetap istirahat setiap dua jam. "Kalau mengemudi, setiap dua jam harus istirahat," ujarnya.

Berbeda halnya dengan pengidap GERD, Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan gastroenterologi–hepatologi FK UI RSCM Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, menyarankan mereka melakukan perjalanan mudik di malam hari saat sedang tidak berpuasa.

“Saya anjurkan sebaiknya dia melakukan perjalanan mudik di malam hari ya, artinya tidak dia kondisi berpuasa. Karena terus terang saja kalau dia melakukan perjalanan di siang hari misalnya, pasti terkuras, ya energinya segala macamnya,” kata Profesor Ari.

Profesor Ari turut mengatakan, ada baiknya pengidap GERD membawa bekal makanan saat mudik. Hal ini untuk menghindari jajan sembarangan karena tidak terjamin kebersihan makanannya.

Ari mengungkapkan bahwa biasanya pada saat Lebaran, banyak rumah sakit di daerah yang penuh dengan pasien keluhan GERD atau maag karena tidak menjaga kebersihan makanan. Beberapa jenis makanan yang memicu GERD menurut Profesor Ari seperti gorengan, cokelat, dan keju.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Promo Honda Maret 2026 di Sulsel: DP Mulai Rp600 Ribuan hingga Gratis Angsuran, Ini Daftar Motornya
• 14 jam laluterkini.id
thumb
Minat Investasi Emas Digital Melonjak, ICDX Proyeksi Transaksi Capai 100 Juta Ton pada 2026
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Hampir 40 Juta Upaya Serangan Siber Hantui Perangkat di Indonesia Sepanjang 2025
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Sekilas Dakwah Eps 4: Perfeksionis Berujung Menyakiti Orang Lain
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Komisi X DPR Dukung Larangan AI Instan di Sekolah: Agar Siswa Tak Malas Mikir
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.