Ambisi Emiten Migas MEDC, PGEO, hingga BRMS Kerek Rekor Produksi 2026

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten sektor migas berlomba-lomba mengerek target produksi pada tahun 2026. Beberapa perusahaan yang sudah menyampaikan target yaitu emiten migas Keluarga Panigoro PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) dan unit usaha Pertamina di sektor panas bumi, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO).

CEO MEDC Roberto Lorato mengatakan bahwa panduan tahun 2026 menargetkan produksi minyak dan gas (migas) antara 165.000 sampai 170.000 barrel oil of equivalent per day (boepd).

"Itu merupakan tingkat produksi tertinggi sepanjang sejarah perseroan," ujarnya dalam keterbukaan informasi, dikutip Jumat (13/3/2026).

Sepanjang 2025 perseroan mencatat produksi migas sebesar 156.000 boepd. Khusus dalam kuartal IV/2025, produksi migas mencapai puncaknya di 178.000 boepd dan rata-rata 176.000 boepd selama kuartal tersebut.

Baca Juga : Geliat Medco (MEDC) Tarik Kredit hingga Rp10,5 Triliun untuk Genjot Produksi Migas

Roberto juga melaporkan bahwa seluruh indikator cadangan migas perseroan menunjukkan peningkatan. Indikator tersebut yakni cadangan 2P (proved+probable reserves) yang mengukur cadangan migas yang kemungkinan besar dapat diproduksi secara ekonomis, indeks umur cadangan atau reserve life index (RLI) yang mengukur seberapa lama cadangan bisa diproduksi, serta sumber daya kontijensi 2C (contigent resources) yang mengukur potensi cadangan migas yang masih menunggu pengembangan.

Perinciannya, cadangan migas 2P di akhir 2025 meningkat menjadi 564 juta barrel of oil equivalent (boe) dari 493 juta boe migas pada 2024. Sumber daya kontijensi 2C di akhir 2025 meningkat menjadi sekitar 1 miliar boe dari 896 juta boe pada 2024. Indeks umur cadangan 2P juga meningkat menjadi 11,4 tahun dibanding 10,4 tahun pada 2024.

Selain MEDC, ada pula PGEO yang juga sedang memburu rekor baru. Pada 2025 entitas usaha Pertamina ini sebenarnya mencatat rekor produksi listrik tertinggi sepanjang perusahaan berdiri, dan di tahun ini manajemen berambisi memecahkan rekor tersebut.

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. Ahmad Yani menjabarkan bahwa sepanjang 2025 perseroan mencatat total produksi 5.095 gigawatt hour (GWh) atau meningkat 5,55% secara tahunan year on year (YoY) dibanding produksi 2024 sebanyak 4.827 GWh.

"Melalui berbagai inisiatif dan inovasi yang secara konsisten dijalankan, PGE optimistis dapat kembali mencatatkan rekor produksi tertinggi pada 2026. Perseroan memproyeksikan produksi listrik mencapai sekitar 5.255 GWh atau tumbuh sekitar 3,14% secara tahunan," kata Yani dalam rilis resmi.

Saat ini PGEO mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang sebesar 1.932 MW, terbagi atas 727 MW yang dioperasikan dan dikelola langsung oleh PGE dan 1.205 MW dikelola dengan skema Kontrak Operasi Bersama. Saat ini kapasitas terpasang panas bumi di wilayah kerja PGE berkontribusi sekitar 70% dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia, dengan potensi pengurangan emisi CO2 sebesar sekitar 10 juta ton CO2 per tahun.

Ada empat proyek PGEO yang telah masuk dalam Blue Book 2025–2029 oleh Kementerian PPN/Bappenas, yakni di antaranya Lumut Balai Unit 3, Lumut Balai Unit 4, Gunung Tiga/Ulubelu Extension I, serta Lahendong Unit 7–8 & Binary. Total nilai investasi untuk keempat proyek tersebut mencapai lebih dari US$1,09 miliar. 

Baca Juga : Pertamina Geothermal (PGEO) Bidik Target Produksi Listrik 5.255 GWh pada 2026

Realisasi proyek-proyek tersebut diproyeksikan menambah 215 MW kapasitas listrik rendah emisi yang direncanakan beroperasi secara bertahap mulai 2029 hingga 2032. Dalam jangka panjang, PGE membidik pengembangan potensi 3 gigawatt (GW) panas bumi yang dimiliki.

Selain dua emiten tadi, ada pula perusahaan komoditas lainnya yang sedang bersiap mendongkrak kinerja operasionalnya tahun ini, meski manajemen tak menyebutnya sebagai rekor baru. Contohnya adalah emiten tambang mineral milik Grup Bakrie dan Salim, PT Bumi Recources Minerals Tbk. (BRMS) yang menargetkan produksi emas 80.000 ons pada 2026.

Direktur BRMS Herwin Wahyu Hidayat menjelaskan bahwa produksi emas BRMS di 2024 mencapai 64.000 oz, dan pada 2025 mencapai 70.000 sampai 72.000 oz emas. Tahun ini, produksi emas perseroan ditargetkan akan tumbuh sejalan dengan peningkatan produksi emas di anak usaha BRMS, PT Citra Palu Mineral (PT CPM).

"Di tahun 2026 salah satu pabrik emas kami di Palu akan ditingkatkan kapasitasnya dari 500 ke 2.000 ton bijih per hari. Target produksi emas BRMS di 2026 adalah sekitar 80.000 ons emas," ujar Herwin kepada Bisnis bulan lalu.

Secara historis, BRMS sukses mencatat pertumbuhan produksi emas secara signifikan sejak 2020. Saat itu, produksi emas BRMS baru mencapai 2.271 ons, kemudian meningkat menjadi 23.270 ons pada 2023 dan 64.983 ons pada 2024. Herwin mengatakan dalam dua tahun ke depan produksi emas BRMS akan meningkat seiring dengan pengerjaan tambang emas bawah tanah yang kini sedang berlangsung.

"Di semester kedua tahun 2027 nanti, BRMS akan mulai mengoperasikan tambang emas bawah tanah di Poboya, Palu, dengan kadar emas tinggi yaitu di kisaran 3,5 sampai 4,9 gram per ton. Sehingga diharapkan produksi emas akan naik lagi di akhir 2027 atau awal 2028 nanti," tandasnya.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Malang dan Batu Siap Jadi Magnet Wisata di Libur Nyepi dan Lebaran 2026
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Sambil Rangkul Rismon Sianipar, Gibran: Pokoknya Kita Saudara, Sudah Enggak Ada Apa-apa Lagi...
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Getol Tolak Revisi UU TNI, Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Diskusi Militerisme
• 13 jam laludisway.id
thumb
India Krisis Gas: Restoran Hapus Menu Panas demi Hemat Bahan Bakar
• 13 jam lalusuara.com
thumb
Puluhan Driver Ojol Maxim Madiun Audiensi dengan DPRD, Tuntutan Bonus Hari Raya Belum Temui Solusi
• 10 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.