Kurang Dari Dua Pekan, KPK Hattrick OTT Tiga Kepala Daerah Diamankan

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Hanya kurang dari dua pekan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan tiga kali Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjaring tiga Kepala Daerah.

Pada 3 Maret lalu, KPK menjaring Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. Satu minggu setelahnya tepatnya pada tanggal 10, KPK kembali mengamankan Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari.

Hari ini, lembaga anti rasuah tersebut melakukan OTT di Jawa Tengah dengan mengamankan Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman.

Dalam OTT Fadia Arafiq, bahwa KPK menyebut, Bupati Pekalongan itu diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait pengadaan jasa outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

Fadia bersama sang suami Mukhtaruddin Ashraff Abu dan anaknya Muhammad Sabiq Ashraff membuat sebuah perusahaan bernama PT Raja Nusantara Berjaya (RNB).

Perusahaan tersebut diduga merajai pengadaan di 17 perangkat daerah, 3 RSUD dan 1 Kecamatan.

Modusnya, Fadia melalukan intervensi terhadap Kepala Dinas agar setiap adanya pengadaan harus memenangkan perusahaan milik keluarganya, meskipun ada vendor lain yang menawarkan lebih murah.

Penghasilan dari pengadaan itu pun tidak lah sedikit, berdasarkan keterangan dari KPK, bahwa periode 2023 hingga 2026 terdapat jumlah transaksi terhadap perusahaan tersebut hingga Rp 46 miliar.

Sementara kasus Bupati Rejang Lebong, KPK mengungkap, Fikri Thobari diduga telah melakukan pengaturan proyek sejak awal 2026. Total anggaran proyek fisik di dinas tersebut disebut mencapai Rp91,13 miliar.

Fikri bersama dengan Kepala Dinas PUPRPKP Hary Eko Purnomo melakukan pertemuan untuk pengaturan kontraktor proyek sekaligus permintaan fee proyek.

"Dalam pertemuan tersebut, diduga terjadi pembahasan pengaturan atau plotting rekanan untuk pekerjaan proyek di Dinas PUPRPKP tahun anggaran 2026, termasuk pembahasan mengenai besaran fee (ijon) sekitar 10 persen–15 persen dari nilai proyek pekerjaan," ujar Direktur Penyidikan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, Rabu (11/3/2026).

KPK juga menemukan indikasi bahwa bupati menuliskan inisial kontraktor yang akan mendapatkan paket proyek.

Terakhir, KPK mengamankan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.

Hal ini pun dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto.

"Benar," ungkap Fitroh saat dihubungi wartawan, Jumat (13/3/2026).

Meski begitu, ia belum dapat membeberkan terkait dengan dugaan perkara yang menjerat sang Bupati.(aha/raa)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bandara Ngurah Rai Berhenti Operasi Sementara Saat Nyepi 2026, Ini Jadwalnya 
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Membara! Rentetan Serangan Iran di Wilayah Teluk Persia hingga Selat Hormuz | SAPA PAGI
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Sebut Eksekusi Hotel Sultan Dipaksakan, Hamdan Zoelva Laporkan Ketua PN Jakpus dan Pengadilan Tinggi Jakarta ke KY
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Waspada, Ini Titik Rawan Kecelakaan di Jakarta Saat Arus Mudik Lebaran 2026
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Makassar Hari Ini, Jumat 23 Ramadan 1447 H
• 13 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.