Purbaya Lapor ke Prabowo: Asing Masih Percaya Ekonomi RI

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan bahwa investor asing masih optimistis akan nasib ekonomi Indonesia ke depan. Arus modal atau capital flow asing yang masuk ke Tanah Air pun mengalir di tengah tantangan gejolak geopolitik. 

Hal itu disampaikan Purbaya dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara pada hari ini, Jumat (13/3/2026). Dalam sidang, Purbaya membeberkan kondisi ekonomi Indonesia kepada Presiden RI Prabowo Subianto. 

Menurut Purbaya, selisih atau spread dari surat berharga negara (SBN) terhadap US Treasury per Januari 2025 berada di level 240 basis poin. Kemudian, dia mengatakan saat ini spread itu berada di level 243 basis poin. Terdapat kenaikan spread terbatas 3 basis poin. 

"Artinya asing masih percaya kepada kita [Indonesia]. Yang domestik saja yang enggak percaya Pak [Presiden Prabowo]. Terus kalau kita lihat, ya bukan domestik aja, pengamat domestik yang enggak percaya," kata Purbaya dalam SKP di Istana Negara pada hari ini, Jumat (13/3/2026).

Menurutnya, arus modal asing ke Indonesia naik turun. Akan tetapi, sebenarnya menurut Purbaya arus modal asing saat ini cenderung positif. 

Dia menjelaskan bahwa pada Maret 2026 arus keluar atau outflow dana asing hanya menyasar pasar SBN, yakni Rp700 miliar. Sementara, SRBI mencatatkan arus masuk atau inflow dana asing Rp2,2 triliun per Maret 2026. Pasar saham pun, menurut catatannya, mendapatkan inflow asing Rp2,2 triliun per Maret 2026. 

Baca Juga

  • Purbaya Bantah Ekonomi RI di Ambang Resesi: Jauh dari Kata Morat-Marit!
  • Purbaya Klaim Prabowo Restui Rencana Ambil Alih PNM dari Danantara
  • Airlangga: Defisit APBN Bisa Tembus di Atas 3%, Buka Opsi Terbitkan Perppu

"Jadi setelah gonjang-ganjing gonjang-ganjing di bulan Maret sebetulnya masih masuk ke sini Pak. Artinya mereka percaya betul bahwa fondasi kita bagus. Ini kalau investor-investor yang asli seperti ini, Pak, karena mereka menaruh uang," kata Purbaya.

Sebelumnya, Purbaya menyindir ekonom-ekonom yang menyebut ekonomi Indonesia di ambang resesi bahkan morat-marit.

"Ekonom-ekonom yang agak aneh itu bilang kita sudah resesi, tinggal hancurnya. Padahal kalau kita lihat dari tadi PMI [purchasing managers' index] naik ke level yang tinggi," ujarnya.

Purbaya mengatakan ekonomi Indonesia berada dalam keadaan yang sangat baik. Mengacu pada data (PMI) pada Februari 2026 di level 53,8, tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. 

"Jadi kita jauh dari apa yang disebut ekonominya morat-marit kata ekonom-ekonom di luar itu, Pak, di TikTok banyak yang ngomong gitu," ujarnya.

Meskipun demikian, dia tak menampik bahwa saat ini dinamika global memang sedang gonjang-ganjing. Harga minyak melonjak imbas perang di Timur Tengah antara Iran vs AS-Israel. Selain itu, rupiah telah ambrol. Namun, menurutnya pemerintah telah menyiapkan deretan langkah antisipasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Kualifikasi Sprint F1 GP China 2026: Duo Mercedes Kuasai Baris Depan, George Russell Segel Pole Position Keduanya Musim Ini
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Temui Jokowi di Solo, Rismon Akui Penelitiannya di Buku Jokowi s White Paper Keliru | BERUT
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Tambah Pasokan LPG RI, 2 Kargo Impor Akan Masuk dari Australia
• 29 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Trafik Mudik Diprediksi Naik 9%, ASDP Optimalkan 15 Lintasan Pantauan Nasional
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Jaksa Dinilai Telah Bongkar Permufakatan Jahat Kasus Chromebook
• 20 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.