SEMARANG, KOMPAS — Komisi Pemberantasan Korupsi kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah orang di Jawa Tengah pada Jumat (13/3/2026). Salah satu yang ditangkap adalah Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman. Sekretaris Daerah Jateng Sumarno meminta pelayanan kepada masyarakat di Cilacap harus tetap berjalan.
KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan di wilayah Jateng. Operasi tangkap tangan terhadap puluhan orang itu dilakukan pada Jumat. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo membenarkan, Syamsul turut terjaring dalam operasi itu.
"Benar (Bupati Cilacap terjaring OTT). Tim mengamankan sejumlah 27 orang," kata Budi saat dihubungi, Jumat malam.
Budi menyebut, KPK sedang mendalami kasus dugaan penerimaan yang dilakukan oleh kepala daerah. Namun, ia belum merinci terkait hal itu.
Terkait nama-nama orang yang turut ditangkap bersama Syamsul, Budi juga belum menjelaskan. Menurutnya, KPK masih melakukan pemeriksaan awal kepada sejumlah orang, termasuk Syamsul di markas Kepolisian Resor Kota Banyumas.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Polresta Banyumas Komisaris Besar Petrus Parningotan Silalahi menyebut, KPK meminjam ruangan di Polresta Banyumas untuk melakukan pemeriksaan. Ada lima ruangan yang digunakan.
"Saya mendapatkan informasi, sekitar pukul 15.00 WIB ruangan periksa digunakan. Ada sekitar lima ruang yang dipakai, tapi tidak tahu isinya ada berapa orang di setiap ruangan itu," ucap Petrus.
Petrus mengaku tidak tahu apakah pemeriksaan oleh KPK telah selesai. Namun, menurutnya, hingga Jumat sekitar pukul 19.30 WIB, sejumlah ruangan yang dipinjam oleh KPK masih digunakan.
Terkait orang-orang yang diperiksa di kantornya, Petrus menyebut dirinya tidak mengetahui. Hal itu karena Petrus yang sejak siang keluar untuk mengecek pos pengamanan arus mudik di sejumlah titik belum kembali ke Mapolresta Banyumas.
OTT yang dilakukan oleh KPK pada Jumat menjadi OTT ketiga terhadap kepala daerah di Jateng tahun ini. Sebelumnya, KPK melakukan OTT terhadap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq pada Selasa (3/3/2026) dini hari di Semarang.
OTT juga dilakukan KPK terhadap Bupati Pati Sudewo pada Senin (19/1/2026). Fadia dan Sudewo telah ditetapkan sebagai tersangka dan kini ditahan.
Terkait rentetan peristiwa OTT di daerahnya, Sumarno mengaku prihatin. Sumarno menyebut, dirinya mendapatkan informasi terkait OTT terhadap Bupati Cilacap pada Jumat petang.
Kendati demikian, ia belum bisa memastikan kasus apa yang menjerat Syamsul maupun siapa saja pejabat yang turut tertangkap bersama politisi Partai Kebangkitan Bangsa tersebut.
"Kami berharap aktivitas untuk pelayanan masyarakat yang penting tetap berjalan baik. Nanti akan kami asistensi di sana," ujar Sumarno.
Benar (Bupati Cilacap terjaring OTT). Tim mengamankan sejumlah 27 orang
Menurut Sumarno, pihaknya sudah berulang kali mengingatkan para pejabat di Jateng untuk menghindari korupsi. Edukasi pencegahan tindak pidana korupsi hingga penandatanganan pakta integritas juga disebutnya sudah sering dilakukan. Namun, korupsi masih terus saja terjadi.
"Mau berapa kali kita sampaikan kalau itu (sikap antikroupsi) tidak tumbuh di diri kita semua, ya hal seperti ini akhirnya akan terjadi lagi," kata Sumarno.
Sumarno berharap, kasus OTT di Cilacap benar-benar merupakan yang terakhir di Jateng. Ia mengajak seluruh kepala daerah maupun aparatur sipil di Jateng untuk selalu menjaga integritas dan amanah dalam menjalankan kepemimpinannya.
"Saya sering menyampaikan bahwa kita semua sudah dapat gaji dan tunjangan. Gaji dan tunjangan itu harus kita kompensasi dengan aktivitas untuk melayani masyarakat," ucapnya.





