Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya langkah penghematan dalam pengelolaan keuangan negara dalam situasi geopolitik yang bergejolak akibat perang AS-Israel vs Iran. Ia bahkan mencontohkan kebijakan efisiensi yang dilakukan oleh Pakistan, mulai dari kebijakan bekerja dari rumah (WFH) hingga pemotongan hari kerja sebagai langkah menghadapi tekanan ekonomi. "Ini langkah Pakistan, ya, ini hanya sebagai perbandingan. Jadi mereka menganggap ini sudah kritis, jadi dikatakan critical measures, seolah bahwa ini bagi mereka seperti kita dulu waktu COVID, mereka melaksanakan WFH kerja dari rumah untuk semua kantor pemerintah maupun swasta 50% bekerja dari rumah," kata Prabowo di sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3).
"Kemudian hari kerja mereka potong hanya menjadi empat hari. Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR, ada semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau kelompok yang paling lemah," lanjut Prabowo. Selain itu, Pakistan juga memotong ketersediaan BBM untuk semua kementerian hingga melakukan pembelajaran daring untuk tiap sekolah sampai Idul Fitri. "Mereka memotong semua ketersediaan BBM untuk semua kementerian dan mereka mewajibkan 60% kendaraan pemerintah untuk tidak digunakan pada setiap saat. Kemudian mereka menghentikan semua belanja AC, belanja kendaraan, belanja mebel, dari semua lembaga pemerintahan untuk waktu yang tidak ditentukan. Mereka hentikan semua kunjungan ke luar negeri, kemudian mereka kurangi tidak boleh menggunakan dana pemerintah untuk acara-acara pesta dan sebagainya. Kemudian semua lembaga pendidikan tinggi mereka pindah ke online, kemudian semua sekolah berhenti untuk 2 minggu, ya, mungkin ini menghadapi Idul Fitri," ujarnya.
Meski hanya sebagai contoh, Prabowo menilai langkah efisiensi tersebut patut dipelajari sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan fiskal negara. "Ini hanya contoh, ya, ini contoh. Maksud saya, ini ada berapa hari, saya kira kita bisa mengkaji masalah ini, ya, kan. Saya kira kita juga harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan. Saya percaya 2-3 tahun kita akan sangat kuat, tapi tetap kita harus hemat konsumsi," ucapnya. Ia menegaskan pemerintah harus berupaya menjaga defisit anggaran agar tidak semakin melebar, bahkan menargetkan agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dapat mencapai kondisi seimbang. "Dengan demikian, kita berharap kita akan selalu menjaga bahwa kita defisit kita tidak tambah. Bahkan cita-cita kita adalah kalau bisa kita tidak punya defisit. Sasaran kita adalah APBN kita harus balance budget, itu paling ideal dan itu saya kira bisa kita lakukan," terangnya. Prabowo juga meminta para menteri koordinator untuk membahas lebih lanjut berbagai opsi efisiensi yang bisa diterapkan, termasuk kemungkinan mengurangi mobilitas aparatur negara seperti saat pandemi COVID-19. "Ini saya minta dibicarakan nanti, ya, mungkin oleh menko-menko nanti, berapa hari ini kita lihat, kita pikirkan, dulu kita atasi COVID berhasil kita dan kita mampu, banyak bekerja dari rumah, efisiensi, berarti kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar," tandasnya.





