Prabowo kritik pengamat yang picu kecemasan publik

antaranews.com
10 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menilai sebagian pengamat memiliki sikap sempit karena tidak menginginkan pemerintah berhasil dengan memunculkan kecemasan di masyarakat.

Prabowo mengatakan kritik dan perbedaan pendapat dalam demokrasi merupakan hal yang wajar, namun tidak seharusnya dilakukan dengan tujuan melemahkan negara.

"Pengamat-pengamat ada beberapa macam menurut saya, ada pengamat yang memang tidak suka pemerintahnya sendiri berhasil karena berbagai motivasi. Tapi menurut saya, mereka itu ya, menurut saya sikap mereka itu sikap yang sempit, bukan sikap patriotik," ujar Prabowo dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat.

Ia menyebut persaingan politik merupakan hal yang normal dalam sistem demokrasi, seperti dalam pemilihan kepala daerah, pemilihan legislatif, maupun pemilihan presiden yang berlangsung setiap lima tahun.

Namun setelah proses politik selesai, seluruh pihak seharusnya bersatu untuk menjaga dan memperkuat negara.

"Pengamat-pengamat menurut saya, ada yang motivasinya ingin menimbulkan kecemasan rakyat. Saya juga tidak mengerti pemikirannya seperti apa, karena kita satu negara, ini kan satu kapal kalau kapalnya oleng, mereka juga oleng," katanya.

Prabowo juga menegaskan pemerintah memiliki berbagai data dan laporan intelijen terkait berbagai pihak yang mencoba mempengaruhi opini publik. Ia menekankan pemerintah akan menertibkan berbagai praktik yang merugikan negara, termasuk korupsi.

Menurutnya, saat ini pemerintah tetap mengedepankan pendekatan yang berbasis bukti dan keyakinan bahwa masyarakat akan memahami langkah-langkah yang diambil pemerintah.

Presiden juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario menghadapi tantangan global, termasuk kemungkinan kondisi ekonomi yang sulit.

Meski demikian, ia optimistis Indonesia memiliki kekuatan besar untuk menghadapi berbagai krisis.

"Kita menghadapi tantangan, kita siap skenario-skenario yang paling buruk. Tapi kita punya kekuatan, negara kita punya kekuatan yang besar tinggal kita mengelolanya sebagaimana pernah kita atasi krisis-krisis yang besar. Saya yakin kita akan tambah kuat," imbuhnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gerbang Tol Cikupa Arah Pelabuhan Merak Padat Malam Ini
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Kemendagri Dorong Pengendalian Pencemaran Udara Berbasis Data dan Kolaborasi
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menkeu Purbaya: Skema Baru Utang Whoosh sudah Final, Menanti Pengumuman Presiden
• 14 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Mengenal Piil Pesenggiri, Falsafah Masyarakat Lampung dalam Menjaga Marwah
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemprov Jabar Mulai Cairkan Kompensasi bagi Sopir Angkot, Becak, Andong
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.