Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jawa Timur
Di balik berdirinya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, terdapat peran penting para pendamping atau business assistant (BA) yang memastikan koperasi dapat berjalan dengan baik sejak tahap awal pembentukan hingga operasional.
Para BA ini direkrut oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia untuk mendampingi koperasi desa agar berkembang secara profesional, modern, dan efektif.
Salah satu pendamping tersebut adalah Lely Putri Arum Ningtyas (25), yang bertugas mendampingi sejumlah koperasi di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Lely menjelaskan setiap BA bertanggung jawab mendampingi sekitar sepuluh Koperasi Desa Merah Putih agar dapat tumbuh dan berkembang.
“Saya mendampingi sepuluh desa di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Pohjentrek, Kecamatan Rejoso, dan Kecamatan Gondangwetan,”ujar Lely dalam keterangan yang diterima tvrinews, Jumat, 13 Maret 2026.
Pendamping koperasi merupakan tenaga profesional yang bertugas mengawal berbagai proses, mulai dari pendirian koperasi, pengurusan legalitas, hingga memastikan operasional koperasi berjalan dengan baik.
Lely sendiri mulai menjalankan tugas sebagai BA sejak Oktober 2025. Para pendamping ini bekerja berdasarkan kontrak yang diperbarui secara berkala setiap tiga bulan.
Selama menjalankan tugas tersebut, Lely mengaku mendapatkan banyak pengalaman, terutama dalam membangun hubungan dengan pemerintah desa dan kecamatan.
Menurutnya, salah satu tantangan utama adalah menjalin komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak di tingkat desa.
“Kami harus mendekatkan diri dengan pengurus koperasi, kepala desa, perangkat desa, hingga pihak kecamatan,”ucapnya.
Meski demikian, pengalaman tersebut juga membuka banyak kesempatan untuk memperluas jaringan, baik dengan perangkat desa, aparat kecamatan, maupun pengurus koperasi.
Dari sepuluh koperasi yang ia dampingi, Lely menyebut delapan di antaranya telah memasuki tahap pembangunan dengan progres sekitar 80 persen. Sementara dua koperasi lainnya masih dalam proses karena menghadapi kendala lahan.
“Dua koperasi masih terkendala karena lahannya berupa lahan basah,”lanjutnya.
Selain mendampingi proses pendirian koperasi, BA juga memiliki tugas lain, yakni membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar produk mereka dapat dipasarkan melalui koperasi.
Di beberapa desa, sejumlah pelaku UMKM telah mengajukan produk seperti telur dan beras untuk dipasarkan melalui koperasi desa.
“Banyak pelaku usaha yang semangat karena hasil produksi mereka melimpah dan ingin memiliki merek sendiri,”tambah Lely.
Ia berharap seluruh Koperasi Merah Putih dapat berjalan optimal dan berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat desa melalui pemberdayaan UMKM.
“Melalui koperasi ini, masyarakat bisa lebih mandiri dan perekonomiannya diharapkan bisa semakin meningkat,”pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews





