Jusuf Kalla Ingatkan Dampak Perang Iran-Israel, Subsidi Energi dan Rupiah Terancam

suara.com
6 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Jusuf Kalla menerima ICWA pada Kamis (12/3/2026) malam membahas eskalasi konflik Timur Tengah dan peran diplomasi Indonesia.
  • ICWA mengusulkan konferensi darurat GNB serta meminta pemerintah mengkaji ulang keikutsertaan dalam forum Board of Peace.
  • Jusuf Kalla menyoroti dampak konflik geopolitik Timur Tengah terhadap ekonomi Indonesia, khususnya kenaikan harga minyak.

Suara.com - Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, menerima kunjungan pengurus Indonesian Council on World Affairs (ICWA) yang dipimpin Ketua Umumnya, Al Busyra Basnur, di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026) malam.

Pertemuan strategis ini membahas perkembangan situasi global yang kian memanas, khususnya konflik di Timur Tengah, serta peran krusial diplomasi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

Dalam pertemuan tersebut, ICWA menyampaikan sejumlah pandangan mendalam terkait dinamika internasional. Pembahasan mencakup perkembangan konflik di Timur Tengah, khususnya serangan Israel yang didukung Amerika Serikat terhadap Iran, sebuah eskalasi yang menimbulkan kekhawatiran global.

Al Busyra Basnur, Ketua Umum ICWA, menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk berperan lebih aktif dalam upaya penyelesaian konflik internasional.

Di tengah ketegangan global yang meningkat, suara dan tindakan Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar dan anggota aktif komunitas internasional dinilai sangat dibutuhkan.

Salah satu gagasan konkret yang disampaikan oleh ICWA adalah penyelenggaraan konferensi tingkat tinggi darurat oleh Gerakan Non-Blok.

Ide ini muncul mengingat Indonesia memiliki sejarah panjang dalam kepemimpinan Gerakan Non-Blok dan prinsip politik luar negeri bebas aktif.

Menurut Al Busyra, Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam diplomasi perdamaian dan kredibilitas yang kuat untuk memfasilitasi dialog internasional.

Pengalaman Indonesia di masa lalu, termasuk perannya dalam Konferensi Asia-Afrika, menjadi modal berharga.

Baca Juga: Jelang Putusan! Nasib Direktur PT WKM, Lee Kah Hin di Kasus Sumpah Palsu Ditentukan Pekan Depan

“Indonesia memiliki kemampuan, kredibilitas, dan kapasitas untuk menyelenggarakan konferensi internasional yang bermuara pada perdamaian,” kata Al Busyra, dalam pesan yang diterima, Jumat (13/3/2026).

Ia juga menegaskan bahwa komunitas internasional masih menaruh harapan besar kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai lembaga multilateral utama dalam mendorong kemerdekaan dan kedaulatan Palestina.

Sementara itu, Jusuf Kalla menyebut konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat membawa dampak ekonomi global, termasuk bagi Indonesia.

Menurutnya, kenaikan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik akan berdampak pada subsidi energi dan biaya logistik.

“Akibat masalah Timur Tengah antara Iran, Israel, dan Amerika itu berdampak ke seluruh negara di dunia, bukan hanya Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan kenaikan harga minyak dapat memengaruhi berbagai sektor ekonomi, mulai dari nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga pergerakan pasar saham.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korlantas Ungkap Begini Skema Contraflow dan One Way di Tol Japek
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Adu Rayu Obligasi Ritel SMI vs Sukuk Ritel SR024 Tarik Minat Investor
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Puluhan Orang Ikut Ditangkap KPK Bersama Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dalam OTT Ketiga Selama Ramadhan
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Prakiraan Cuaca BMKG Besok Sabtu 14 Maret 2026: Babel dan Maluku Waspada Hujan Sangat Lebat
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
ESDM Apresiasi Kesiapan Pertamina Amankan Pasokan Energi Ramadan-Idulfitri
• 5 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.