Negara Kaya Eropa Ini Stagnasi! Cuma Tumbuh Nol, ke Depan Lebih Buruk

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: Inggris (REUTERS/Peter Nicholls)

Jakarta, CNBC Indonesia -Ekonomi Inggris mengalami stagnasi pada Januari. Hal ini terlihat dari data Kantor Statistik Nasional, Jumat (13/3/2026).

Produk domestik bruto (PDB) menunjukkan pertumbuhan nol pada awal tahun setelah ekspansi PDB sebesar 0,1% pada bulan Desember. Ada kemungkinan kondisi yang lebih buruk di bulan-bulan mendatang karena konflik Timur Tengah menyebabkan harga minyak melonjak.


Menanggapi data hari Jumat, Menteri Keuangan Rachel Reeves mengakui masih banyak yang harus dilakukan untuk menumbuhkan ekonomi Inggris di dunia yang tidak pasti. Pada hari Senin, ia juga memperingatkan bahwa Inggris berisiko mengalami inflasi yang meningkat sebagai konsekuensi dari perang yang melibatkan Iran, Amerika Serikat (AS) dan Israel.

"Data pertumbuhan Januari hampir seluruhnya dibayangi oleh peristiwa di Timur Tengah, dengan harga minyak terus naik meskipun cadangan darurat telah dikeluarkan dan kekhawatiran meningkat atas gangguan pasokan yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata analis Samuel Edwards dari perusahaan jasa keuangan Ebury, dimuat AFP.

"Dengan Inggris yang sangat terpapar guncangan inflasi ini, bisnis di seluruh negeri akan bersiap menghadapi lonjakan biaya energi dan bahan bakar serta suku bunga yang tetap tinggi untuk waktu yang lebih lama," tambahnya.

Bank of England, yang sebelum dimulainya perang, secara luas diperkirakan akan memangkas suku bunga acuannya minggu depan, sekarang diperkirakan akan membekukan biaya pinjaman. Prediksi lain bahkan menyebut, bank sentral itu akan menaikkan suku bunga karena risiko inflasi.

"Dan pertumbuhan PDB lebih mungkin kehilangan momentum dalam beberapa bulan mendatang daripada mendapatkannya," kata Paul Dales, kepala ekonom Inggris di kelompok riset Capital Economics.

"Guncangan harga energi juga mengurangi pertumbuhan PDB," tambahnya.


(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: AS Lepas 172 Juta Barel Minyak Untuk Redam Gejolak Harga

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komisi VIII DPR Harap Perpres Ditjen Pesantresn Kemenag Segera Diteken
• 12 jam lalukompas.com
thumb
POCO M7 Pro 5G vs Redmi Note 14 5G: Chipset Sama, tapi Mana yang Lebih Worth It di Harga Rp3 Jutaan?
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Usai Andrie Yunus Disiram Air Keras, Muncul Pria Plontos Bilang "Ini dari KontraS ya?"
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Persiapan Sambut Lebaran, Mendag Busan Pastikan Harga Bapok Stabil dan Pasokan Cukup
• 10 jam laludisway.id
thumb
Catat! Ini Prediksi Kapolri soal Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026
• 23 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.