KOMPAS.TV - Memasuki pekan kedua, ketegangan antara AS dan Iran belum juga mereda.
Donald Trump, mengklaim telah memenangkan perang dengan menyebut sejumlah target penting berhasil dilumpuhkan dan mampu melemahkan beberapa fasilitas militer Iran.
Di tengah klaim tersebut, Iran terus melawan dan tidak henti melancarkan serangan. Iran juga masih menguasai Selat Hormuz yang menjadi jalur perdagangan internasional.
Iran bahkan membeberkan sejumlah syarat yang harus dipenuhi AS untuk mengakhiri perang.
Iran mengajukan tiga syarat jika AS benar-benar menginginkan penghentian perang, yakni meminta AS memenuhi hak-hak Teheran, membayar ganti rugi, serta memberikan jaminan internasional bahwa agresi tidak akan terulang.
Meski AS berhasil membunuh pemimpin tertinggi Iran, rezim tersebut belum jatuh. Terbunuhnya Ali Khamenei tidak serta-merta membuat Iran langsung tunduk kepada AS.
Majelis ulama senior Iran kemudian memilih Mojtaba Khamenei, putra kedua Ali Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi baru untuk negara tersebut.
Sebagai penerus ideologis, Mojtaba menegaskan sikap persatuan nasional sekaligus perlawanan keras terhadap musuh-musuh Teheran.
Secara taktis, AS dinilai berhasil melancarkan serangan ke target-target yang menjadi tujuan penyerangan. Bahkan, AS juga mampu menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangannya.
Namun, Iran tetap bertahan dengan terus melawan melalui serangan rudal. Iran juga mengandalkan strategi menguras sumber daya pertahanan AS, Israel, dan sekutunya melalui eskalasi perang asimetris.
Iran kini melancarkan perang asimetris dengan menyerang infrastruktur ekonomi, yang dinilai dapat membingungkan AS dan mengancam stabilitas perdagangan global.
AS boleh saja mengklaim menang secara taktis, namun belum secara strategis karena belum berhasil mencapai tujuan utama dalam serangan terhadap Iran.
Kini AS bahkan dinilai terjebak di tengah konflik, sementara tujuan utama serangan ke Iran hingga saat ini belum tercapai.
#iran #as #israel
Penulis : Shinta-Milenia
Sumber : Kompas TV
- iran
- iran melawan
- serangan rudal
- as
- trump
- israel





