Kemnaker: 102.696 Orang Ikuti Program Magang Nasional sejak Oktober 2025

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia mencatat sebanyak 102.696 orang telah mengikuti Program Magang Nasional.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Perencanaan Kemnaker RI, Anwar Sanusi, usai menghadiri acara “Seminar Nasional Program Magang Nasional” yang diselenggarakan oleh Asosiasi Analis Kebijakan Indonesia (AAKI) dan Deloitte Indonesia di The Plaza Office Tower, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026) sore.

"Sudah ada 102.000 peserta magang yang mengikuti program magang nasional. Jadi sejak kita buka pertama kali pada Oktober 2025, ternyata animonya sangat tinggi," kata Anwar di lokasi, Jumat.

Baca juga: Menjelang Puncak Mudik, Penumpang di Terminal Kalideres Naik hingga 20 Persen

Berdasarkan data yang dipaparkan Anwar dalam acara tersebut, dari total peserta yang terdaftar, sebanyak 8.327 orang mengundurkan diri dan 4.238 orang berstatus tidak aktif.

Dengan demikian, jumlah peserta yang masih aktif mengikuti program magang nasional saat ini tercatat sebanyak 90.131 orang.

"Akan tetapi, ketika proses perjalanan, sebagian mereka tadi lebih dari 11.000 orang ya, mereka mengundurkan diri karena berbagai alasan," terang Anwar.

Menurut Anwar, tingginya angka partisipasi ini didorong oleh antusiasme perusahaan penyelenggara maupun para peserta magang.

Ia menjelaskan, salah satu faktor yang mendorong minat perusahaan adalah dukungan dari peserta yang berasal dari perguruan tinggi. Para peserta dinilai memiliki ide serta kreativitas yang tinggi.

Di sisi lain, para peserta juga merasakan manfaat dari program tersebut karena memiliki peluang untuk direkrut sebagai karyawan tetap apabila menunjukkan kinerja yang baik selama menjalani masa magang.

Baca juga: Jokowi Setujui Restorative Justice untuk Rismon Sianipar, Berkas Segera Diantar ke Polda

"Bagi peserta sendiri juga mendapatkan manfaat luar biasa karena dia akan ada pengalaman kerja, yang tentunya kalau dikapitalisasi akan jadi modal bagus manakala program selesai," ujar Anwar.

Meski tidak berstatus sebagai karyawan tetap, peserta Program Magang Nasional tetap memperoleh sejumlah fasilitas.

Program yang baru berjalan sekitar lima bulan ini memberikan sertifikat kepesertaan magang yang dapat menjadi nilai tambah saat melamar pekerjaan.

Selain itu, para peserta juga mendapatkan perlindungan berupa jaminan BPJS Ketenagakerjaan dari pemerintah serta uang saku.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Ada alasan diterima di pekerjaan full time, pertimbangan keluarga, tidak sesuai dan lain sebagainya," tambahnya.

Meski demikian, Anwar belum dapat memastikan kapan Program Magang Nasional akan kembali dibuka. Saat ini, kelanjutan program tersebut masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gapki Cemas Pasokan CPO Makin Ketat, Produksi 2026 Diproyeksi Hanya Naik 2%
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Mudik Lebih Awal, Perantau Baru Ini Tak Tahan Rindu Keluarga
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Bangkit dari Tren Negatif, Aldila Sutjiadi Tembus Semifinal WTA 125 Austin
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
3 Skenario yang Bisa Gagalkan Timnas Indonesia Isi Slot Iran di Piala Dunia 2026, FIFA Buka Peluang Tak Pilih Pengganti?
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Permintaan LPG Naik 2,89 persen Selama Ramadan, Pasokan BBM Jelang Arus Mudik Aman?
• 9 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.