Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pemantauan terhadap potensi bencana geologi terus dilakukan menjelang hari raya.
Hal tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jumat, 13 Maret 2026.
Dalam laporannya, Bahlil menjelaskan bahwa Kementerian ESDM melalui Badan Geologi turut memantau perkembangan aktivitas gunung api di berbagai wilayah Indonesia guna memastikan kondisi tetap terkendali.
Ia menyampaikan bahwa saat ini tidak terdapat gunung api yang berada pada status level 4 atau awas. Sementara itu, terdapat dua gunung api yang berada pada status level 3 atau siaga, yakni Gunung Merapi dan Gunung Semeru.
"Level 4 gunung api tidak ada, yang ada level 3 saja, dua gunung api yaitu Merapi dan Semeru. Level 2 insyaallah aman, terkecuali Allah berkehendak lain. Level 1 ada 42 gunung dan semuanya aman," ujar Bahlil, dikutip dari Tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat, 13 Maret 2026.
Selain aktivitas gunung api, ESDM juga memantau potensi gerakan tanah di sejumlah wilayah. Berdasarkan laporan Badan Geologi, potensi gerakan tanah paling banyak ditemukan di wilayah Jawa Barat.
Meski demikian, Bahlil menegaskan kondisi tersebut masih dapat dimitigasi melalui langkah-langkah pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah daerah.
Menurutnya, tim Badan Geologi telah berada di lapangan untuk memberikan informasi serta melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam upaya mitigasi potensi bencana tersebut.
Selain itu, pemerintah juga melaporkan bahwa hingga saat ini tidak terdapat perkembangan yang menonjol terkait potensi gempa bumi maupun tsunami.
Dengan pemantauan yang terus dilakukan, pemerintah berharap kondisi kebencanaan geologi di Indonesia tetap terkendali sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas, termasuk dalam momentum hari raya, dengan aman.
Editor: Redaksi TVRINews





