Penulis: Alfin
TVRINews, Ngawi
Program Makan Bergizi Gratis yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak hanya membantu pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah, termasuk di Ngawi.
Agus Heri Suryanto (43), pengusaha keripik tempe di Dusun Cupo, Desa Grudo, Kabupaten Ngawi, merasakan langsung manfaat program ini. Ia melanjutkan usaha keluarganya yang telah berjalan hampir tiga dekade dan dikenal di berbagai kota, seperti Malang, Surabaya, dan Jogja.
“Usaha ini meneruskan usaha orang tua, sudah kurang lebih 30 tahun. Sekarang permintaannya juga semakin banyak. Kadang pembeli datang langsung, kadang lewat Grab, bahkan kirim ke Malang, Surabaya, dan Jogja,” ujar Agus.
Keterlibatan UMKM lokal dalam program MBG melalui dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membuka peluang tambahan bagi usaha keripik tempe milik Agus. Ia menyebutkan sekitar 20 hingga 30 UMKM di wilayah tersebut turut terlibat sebagai pemasok.
Pada tahap awal, kebutuhan keripik tempe untuk dapur MBG mencapai 1.000 porsi per pengambilan, membutuhkan sekitar 26–27 kilogram (kg) tempe. Agus memprediksi jika produksi meningkat hingga 2.000–3.000 porsi, kebutuhan bahan baku tempe bisa mencapai 90 kg per hari.
"Dulu kita butuh tempe kurang lebih 10 sampai 15 lonjor, kurang lebihnya hampir 20-30 kg satu hari. Untuk kenaikannya hampir tambah. Per-seribu (porsi) kebutuhan tempe mencapai 26-30 kg, jadi dikalikan tiga," jelasnya.
Agus berharap program MBG terus berlanjut karena berdampak nyata bagi keberlangsungan UMKM desa dan ekonomi masyarakat setempat. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas dukungan terhadap UMKM desa.
“Harapan kami MBG bisa terus berjalan karena sangat membantu UMKM. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto karena UMKM desa ikut terangkat dan masyarakat juga merasakan manfaatnya,” pungkas Agus.
Editor: Redaksi TVRINews





