Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mencatat jumlah pendaftar program Sekolah Garuda telah mencapai sekitar 3.000 orang menjelang penutupan pendaftaran pada 14 Maret 2026.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek, Khairul Munadi, mengatakan jumlah tersebut merupakan pendaftar yang telah mengunggah berkas persyaratan dalam sistem seleksi.
“Per hari ini itu sekitar 3.000 yang sudah mendaftar meng-upload persyaratan,” kata Munadi dalam paparan Diseminasi informasi dan publikasi program Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ( Kemdiktisaintek) Tahun 2026, di Kantor Kemendiktisaintek, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Munadi menambahkan, saat ini salah satu proses yang telah selesai adalah pengangkatan kepala sekolah sebanyak 12 orang dari target 20 kepala sekolah.
"Yang sudah selesai itu adalah pengangkatan kepala sekolah, wakil kepala sekolah ada 12 dari target 20 karena yang memenuhi kualifikasi dan juga timnya 56 yang lolos administrasi 200 yang mendaftar untuk sekolah Garuda kepala sekolah," lanjutnya.
Meski jumlah siswa pendaftar telah mencapai ribuan, pemerintah mengakui perkembangan penerimaan siswa baru Sekolah Garuda masih belum sesuai dengan target yang diharapkan.
Staf Khusus Menteri Bidang Pemerintahan dan Akuntabilitas Kemendiktisaintek, Tjitjik Sri Tjahjandarie, mengatakan hal tersebut salah satunya dipengaruhi oleh waktu pembukaan pendaftaran yang lebih lambat dibandingkan sekolah unggulan lainnya.
“Saya menjawab sebatas pengetahuan saya. Jadi memang di dalam penerimaan siswa baru sekolah Garuda saat ini memang perkembangannya belum sesuai dengan harapan,” kata Tjitjik.
Ia menjelaskan keterlambatan pendaftaran terjadi karena program Sekolah Garuda masih dalam tahap pengembangan sistem dan regulasi sebelum mulai beroperasi.
“Hal ini memang setelah kita lakukan evaluasi, karena memang sebenarnya untuk pendaftaran ini kan kita sedikit terlambat dibandingkan dengan sekolah-sekolah unggulan yang sudah dilakukan sebelumnya,” ujarnya.
“Karena ya satu sisi ini kan memang baru akan beroperasi nanti di bulan Juli tahun 2026 ini. Pengembangan sistem sedang berjalan dan juga sejalan dengan pertumbuhan regulasi yang diperlukan,” lanjutnya.
Untuk meningkatkan minat pendaftar, kementerian berencana menggandeng sekolah-sekolah unggulan lain agar proses penerimaan siswa dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.
“Oleh karena itu salah satu nanti strateginya adalah di direktorat tempat penjaminan mutu talenta ya, akan melakukan kerja sama dengan sekolah-sekolah unggulan karena sifatnya kan sama-sama sekolah unggulan,” kata Tjitjik.
“Jadi nanti akan bekerja sama dengan beberapa sekolah unggulan untuk kemudian bisa mendapatkan pendaftar itu secara terintegrasi,” ujarnya.





