Mojtaba Khameni Terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Kemenlu Harapkan Terciptanya Stabilitas

metrotvnews.com
19 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kementerian Luar Negeri RI merespons terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran.

Mereka menekankan pentingnya upaya mendorong perdamaian di tengah konflik yang tengah berlangsung di Timur Tengah.

Juru Bicara II Kementerian Luar Negeri RI Vahd Nabyl A. Mulachela mengatakan, Indonesia berharap pergantian kepemimpinan di Iran dapat membuka peluang bagi terciptanya stabilitas dan percepatan penyelesaian konflik di kawasan.
 

Baca Juga :

COPAS JUDUL LINK DISINI


“Tentu bagi Indonesia yang penting adalah bahwa ini dapat menciptakan semakin cepat terjadinya perdamaian,” ujar Nabyl dalam konferensi pers di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.

Menurut dia, dalam situasi konflik yang terus berkembang di Timur Tengah saat ini, fokus utama Indonesia adalah mendorong upaya diplomasi guna menghentikan eskalasi ketegangan.

Nabyl menambahkan bahwa Indonesia dan Iran memiliki hubungan bilateral yang telah terjalin lama, sehingga komunikasi dan kerja sama antara kedua negara tetap menjadi bagian penting dalam hubungan diplomatik.

“Dari segi hubungan bilateral sendiri, Indonesia dengan Iran memiliki hubungan kerja sama yang cukup panjang, lebih dari 75 tahun,” jelas Nabyl.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa dalam konteks situasi geopolitik saat ini, prioritas Indonesia tetap diarahkan pada upaya mendorong perdamaian di kawasan.

“Dalam konteks saat ini, harapan kita adalah agar fokusnya kita bisa mengupayakan segera terjadinya perdamaian,” kata Nabyl. Suksesi Kepemimpinan Iran Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada Minggu, 8 Maret 2026. 

Penunjukan ini dilakukan oleh Majelis Ahli Iran untuk mengisi kekosongan kepemimpinan setelah ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, wafat pada 28 Februari 2026 akibat serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel

Pengangkatan Mojtaba Khamenei menjadi peristiwa bersejarah karena untuk pertama kalinya sejak Revolusi Islam 1979 kepemimpinan tertinggi Iran berpindah secara langsung dari ayah kepada anak.

Langkah tersebut juga memicu kontroversi di tingkat internasional. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan penolakannya terhadap kepemimpinan Mojtaba Khamenei dan menyebut penunjukan tersebut sebagai pilihan yang “tidak dapat diterima”.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan dukungan penuh kepada Mojtaba Khamenei dan berjanji memberikan loyalitas kepada pemimpin baru tersebut.

IRGC menegaskan akan mengikuti seluruh arahan Mojtaba Khamenei serta mempertahankan Republik Islam Iran dari berbagai ancaman eksternal di tengah meningkatnya konflik regional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Alwi Farhan alihkan fokus hadapi unggulan pertama Li Shi Feng
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Jadwal Imsakiyah Hari Ini 14 Maret 2026 di Semarang: Menggapai Keberkahan Pagi dengan Sahur
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pasokan Listrik Sulselrabar Dipastikan Aman Jelang Idul Fitri 1447 H
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Garnita NasDem Gelar Pasar Murah Ramadan, Sasar Guru PAUD hingga Ojol Perempuan
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Teheran Siaga 1, Kemlu Mulai Evakuasi Tahap Kedua WNI dari Iran
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.