Kehidupan manusia di dunia sejatinya merupakan sebuah perjalanan untuk mencari ridha Allah SWT, terutama di bulan suci Ramadan yang penuh keberkahan. Namun, Islam tidak mewajibkan hamba-Nya untuk semata-mata fokus pada urusan akhirat dan meninggalkan dunia, melainkan menuntut keseimbangan di antara keduanya.
Ustazah Munifah Syanwani menekankan bahwa baik kehidupan maupun kematian adalah ujian dari Allah SWT untuk melihat siapa di antara manusia yang memiliki amal terbaik. Oleh karena itu, prinsip Fid Dunya Hasanah wa Fil Akhirati Hasanah—yakni kebaikan di dunia dan keselamatan di akhirat—menjadi landasan utama bagi setiap Muslim.
Baca juga: Lentera Kalbu: Hidup Sederhana di Tengah Hedonisme
Salah satu poin penting dalam mencapai keseimbangan ini adalah ketepatan dalam meniatkan setiap aktivitas. Dengan niat yang benar, rutinitas keseharian tidak lagi sekadar urusan duniawi, melainkan menjadi persembahan bagi Sang Pencipta.
Bulan Ramadan menjadi waktu yang tepat bagi setiap individu untuk menempa hati dan pikiran agar selalu selaras dalam mengejar target dunia dan akhirat. Melalui keseimbangan ini, diharapkan setiap Muslim tidak hanya mendapatkan kemakmuran secara materi di dunia, tetapi juga memperoleh kebahagiaan dan keselamatan yang abadi di akhirat.




