Populer: AS Izinkan Beli Minyak Rusia; Krisis Ojol saat Ramadan

kumparan.com
17 jam lalu
Cover Berita

Kebijakan Amerika Serikat (AS) mengizinkan negara-negara beli minyak dari Rusia, jadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Jumat (13/3).

Selain itu, sulitnya konsumen mendapatkan ojek online (ojol) saat Ramadan. Berikut rangkumannya.

AS Izinkan Beli Minyak Rusia

Pemerintah AS mengambil langkah sementara dengan mengizinkan negara-negara untuk membeli minyak dari Rusia yang sudah berada di laut. Kebijakan ini, yang bersifat terbatas dan sementara, bertujuan untuk menambah pasokan global dan menekan lonjakan harga energi di tengah konflik geopolitik di Timur Tengah.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan bahwa langkah ini tidak dimaksudkan untuk memberikan keuntungan finansial signifikan bagi pemerintah Rusia, dengan batasan hanya berlaku untuk minyak yang sudah dimuat ke kapal sebelum 12 Maret 2026.

Sebelumnya, India juga telah diberikan pengecualian serupa. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi AS untuk menstabilkan pasar energi global yang menghadapi tekanan. Harga minyak mentah Brent terpantau mendekati USD 100 per barel pada perdagangan Jumat (13/3) pagi di Asia.

Analis senior seperti Robin Brooks dari Brookings Institution bahkan menilai pelonggaran sanksi terhadap Rusia bisa semakin besar jika harga minyak kembali melonjak, terutama jika ketegangan di Selat Hormuz meningkat akibat serangan terhadap kapal tanker.

Soal Konsumen Susah Dapat Ojol saat Ramadan

Fenomena sulitnya konsumen mendapatkan ojek online (ojol) dan layanan pengantaran makanan di penghujung Ramadan menjelang libur Idul Fitri menjadi keluhan di berbagai kota besar. Gojek, Grab, dan Maxim memberikan penjelasan terkait kondisi ini, mengaitkannya dengan perubahan pola permintaan dan ketersediaan mitra pengemudi. Gojek mencatat pergeseran jam sibuk yang datang lebih awal, yakni mulai pukul 15.30 hingga puncaknya pada 16.00-18.00 WIB, serta adanya mitra pengemudi yang pulang kampung atau memilih beristirahat.

Grab melaporkan peningkatan permintaan layanan di Jabodetabek hingga 35 persen dibandingkan periode normal, dengan lonjakan permintaan GrabExpress mencapai 300 persen menjelang Lebaran dan GrabBike/GrabFood naik 25 persen menjelang buka puasa.

Meskipun jumlah mitra pengemudi stabil, rata-rata jam kerja mereka lebih pendek saat Ramadan, namun tingginya permintaan tetap mendorong peningkatan pendapatan mitra hingga 40 persen. Maxim juga mengonfirmasi fleksibilitas mitra pengemudi untuk beristirahat atau pulang kampung, namun tetap berupaya menjaga ketersediaan layanan dengan meningkatkan jumlah mitra dan menawarkan program insentif berupa potongan aplikasi yang lebih rendah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Serangan Balasan Iran Hantam Gedung Sektor Keuangan di Tel Aviv
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
5 Cara Memulai Trading untuk Pemula agar Lebih Aman dan Terarah
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BRIN Temukan Spesies Tanaman Baru di Sumut, Mirip Lidah Kucing
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Menjadi Penyejuk di Tengah Konflik
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Preview Girona vs Athletic Bilbao La Liga 2025/2026: Misi Bangkit Los Leones
• 14 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.