Tel Aviv (ANTARA) - Rentetan serangan Iran pada Rabu (11/3) malam waktu setempat memaksa banyak warga Israel bermalam di tempat-tempat perlindungan, beberapa di antaranya memenuhi stasiun-stasiun kereta bawah tanah.
Serangan yang dilancarkan sebagai balasan terhadap serangan Amerika Serikat-Israel yang menewaskan lebih dari 1.300 warga Iran dan merusak fasilitas militer maupun sipil itu mengganggu kehidupan sehari-hari warga dan menyebabkan kerusakan properti yang signifikan.
Orang-orang bermalam di peron stasiun kereta bawah tanah di Ramat Gan, Israel, pada 11 Maret 2026. Alarm peringatan diaktifkan di seluruh Israel pada Rabu (11/3) malam waktu setempat ketika pertahanan udara mendeteksi rudal dan roket yang diluncurkan dari Iran dan Lebanon. ANTARA/Xinhua/Gil Cohen Magen
Orang-orang bermalam di peron stasiun kereta bawah tanah di Ramat Gan, Israel, pada 11 Maret 2026.ANTARA/Xinhua/Gil Cohen Magen
Serangan yang dilancarkan sebagai balasan terhadap serangan Amerika Serikat-Israel yang menewaskan lebih dari 1.300 warga Iran dan merusak fasilitas militer maupun sipil itu mengganggu kehidupan sehari-hari warga dan menyebabkan kerusakan properti yang signifikan.
Orang-orang bermalam di peron stasiun kereta bawah tanah di Ramat Gan, Israel, pada 11 Maret 2026. Alarm peringatan diaktifkan di seluruh Israel pada Rabu (11/3) malam waktu setempat ketika pertahanan udara mendeteksi rudal dan roket yang diluncurkan dari Iran dan Lebanon. ANTARA/Xinhua/Gil Cohen Magen
Orang-orang bermalam di peron stasiun kereta bawah tanah di Ramat Gan, Israel, pada 11 Maret 2026.ANTARA/Xinhua/Gil Cohen Magen





