Impor LPG dari Timur Tengah Dialihkan, Pemerintah Jamin Pasokan Aman

idxchannel.com
11 jam lalu
Cover Berita

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan sebagian impor LPG Indonesia selama ini berasal dari kawasan Timur Tengah.

Impor LPG dari Timur Tengah Dialihkan, Pemerintah Jamin Pasokan Aman (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel — Pemerintah memastikan pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) tetap aman meski terjadi penyesuaian sumber impor akibat dinamika geopolitik global. Pemerintah juga telah menyiapkan kontrak jangka panjang dengan sejumlah negara untuk menjaga stabilitas pasokan energi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan sebagian impor LPG Indonesia selama ini berasal dari kawasan Timur Tengah.

Baca Juga:
IHSG Sepekan Berakhir di Level 7.137, Kapitalisasi Pasar Rp12.678 Triliun

Namun, dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu, pemerintah memutuskan untuk mengalihkan sumber pasokan tersebut ke kawasan lain.

“LPG kita impor 20 persen dari Timur Tengah. Total dari 7,6 juta ton impor, sekitar 70 sampai 75 persen berasal dari Amerika Serikat (AS),” kata Bahlil dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Baca Juga:
Prabowo Sebut Indonesia Dapat Hilangkan Defisit APBN: Ini Harapan Kita

Dia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi dengan mengalihkan pasokan LPG dari Timur Tengah ke kawasan lain melalui kontrak jangka panjang.

“Dengan kondisi sekarang, pasokan LPG dari Timur Tengah kita alihkan. Kita ambil kontrak jangka panjang dengan Amerika Serikat dan beberapa negara lain. Di akhir minggu ini masuk dua kargo dari Australia,” ujarnya.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Melemah, Sejumlah Indeks Terpukul oleh Perang di Timur Tengah

Selain itu, pemerintah telah menjadwalkan sejumlah kedatangan kargo LPG berikutnya guna memastikan pasokan tetap stabil menjelang dan setelah Hari Raya Idulfitri.

“Pemerintah selalu siaga untuk memastikan masuk lagi dua kargo pada 28 Maret, kemudian 4 April satu kargo lagi masuk, dan 8 April masuk satu kargo lagi,” kata Bahlil.

Selain LPG, pemerintah juga memastikan pasokan solar nasional berada dalam kondisi aman karena seluruh kebutuhan kini telah dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Menurut Bahlil, operasional Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kilang Balikpapan membantu pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap impor solar.

“Solar kita sudah aman dari dalam negeri. RDMP Balikpapan membantu kita mengurangi impor solar,” katanya.

Sementara itu, untuk minyak mentah, sekitar 20 persen impor Indonesia sebelumnya berasal dari Timur Tengah. Namun pemerintah juga telah menyiapkan alternatif pasokan dari negara lain.

“Kita sudah dapat penggantinya. Memang kalau dari AS lebih lama, sampai 40 hari. Kalau dari Timur Tengah sekitar tiga minggu. Tapi sekarang kita buat kontrak jangka panjang,” tutur Bahlil.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lebih Laku Mana di 2026: Fortuner atau Pajero Sport?
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Kasasi Nikita Mirzani Ditolak MA, Hukuman 6 Tahun Penjara Tetap Berlaku
• 21 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Top 3 Timnas Indonesia: John Herdman Tidak Pakai Jersey Baru, Media Italia Tak Habis Pikir, hingga Pemain Rp10 Miliar Gantikan Miliano Jonathans
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
KPK Sita Uang Tunai Terkait OTT di Cilacap
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Aurelie Moeremans Ungkap Arti Nama Anaknya, Thomas Eric Bigenho
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.