Indonesia Tunda KTT D-8 Imbas Kondisi Timur Tengah yang Memanas

idxchannel.com
12 jam lalu
Cover Berita

Sebagai tuan rumah, Indonesia secara resmi memutuskan untuk menunda pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8.

Indonesia Tunda KTT D-8 Imbas Kondisi Timur Tengah yang Memanas (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Sebagai tuan rumah, Indonesia secara resmi memutuskan untuk menunda pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing Eight Organization for Economic Cooperation (D-8) dan rangkaian kegiatannya yang semula direncanakan berlangsung pada April 2026.

Dirjen Kerja sama Multilateral Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Tri Tharyat menyampaikan bahwa penundaan ini diambil menyikapi situasi di Timur Tengah yang tak kunjung terjadi deeskalasi atau penurunan ketegangan konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Baca Juga:
IHSG Sepekan Berakhir di Level 7.137, Kapitalisasi Pasar Rp12.678 Triliun

Surat berisi informasi penundaan KTT D-8 telah ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono pada Kamis malam (12/3) untuk disampaikan kepada seluruh negara anggota D-8. 

"Akhirnya tadi malam Menteri Luar Negeri menandatangani surat dari Menlu kepada mitra-mitranya yang berisikan penundaan pelaksanaan KTT D8 dan juga seluruh rangkaian kegiatannya," kata Tri Tharyat dalam konferensi pers di Kantor Kemlu RI, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Baca Juga:
Prabowo Sebut Indonesia Dapat Hilangkan Defisit APBN: Ini Harapan Kita

Sebelum memutuskan penundaan ini, Kemlu RI telah berdialog dengan Sekjen D-8 Duta Besar Sohail Mahmood, para komisioner dan Duta Besar negara anggota D-8. Para pihak menyatakan bahwa deeskalasi belum terjadi di wilayahnya masing - masing.

Adapun surat dari Menlu Sugiono sudah diterima oleh semua negara anggota, dan masing - masing memahami alasan penundaan tersebut.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Melemah, Sejumlah Indeks Terpukul oleh Perang di Timur Tengah

"Jadi info ini sudah diterima oleh semua negara anggota dan mereka memahami karena ini memang jalan yang terbaik yang harus kita putuskan," ujarnya.

Sedangkan soal penetapan tanggal berikutnya, Indonesia akan menjalin komunikasi lanjutan kepada negara - negara mitra. Namun dipastikan proses dialog soal tanggal KTT belum akan dibahas sebelum terjadi deeskalasi di kawasan Timur Tengah.

"Mengenai penetapan tanggal selanjutnya tentunya kita akan bicarakan secara lebih detail pada saatnya. Saat ini mungkin belum waktunya karena perkembangan yang masih terus berlangsung di wilayah Timur Tengah khususnya," tutur dia.

Sebagaimana diketahui Indonesia saat ini memegang keketuaan D-8 sejak 1 Januari 2026 dan akan menjalankan peran tersebut sampai akhir 2027. 

D-8 sendiri merupakan organisasi kerja sama ekonomi yang beranggotakan delapan negara berkembang, yakni Indonesia, Malaysia, Bangladesh, Pakistan, Iran, Turki, Mesir, dan Nigeria. 

Forum pertemuan para pemimpin negara anggota D-8 ini berfokus pada penguatan kerja sama ekonomi. Organisasi ini dibentuk pada tahun 1997 di Istanbul, Turki dengan tujuan meningkatkan kerja sama ekonomi antarnegara berkembang.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenkes Lebanon Sebut 687 Orang Tewas dalam Serangan Israel Sejak 2 Maret
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bacaan Surat Ad-Duha Lengkap: Arab, Latin dan Arti
• 16 jam lalumediaindonesia.com
thumb
WNI Terdampar karena Perang Iran Vs AS-Israel, Kemlu: Secara Bertahap Difasilitasi untuk Dipulangkan
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Serangan Air Keras ke Aktivitas KontraS Dinilai sebagai Teror untuk Pembungkaman
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Legislator Soroti Pemerataan Internet di Banten: Masih Ada 387 Blank Spot
• 3 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.