Teror terhadap Kepedulian

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

KAMIS malam, 12 Maret 2026, di Jalan Salemba, Jakarta, cairan korosif menghantam wajah Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Serangan itu terjadi hanya beberapa jam setelah diskusi mengenai ancaman remiliterisasi dan masa depan demokrasi Indonesia.

Percakapan intelektual yang seharusnya menjadi bagian wajar kehidupan republik berubah menjadi luka bakar pada wajah seorang aktivis.

Kejadian tersebut tidak hanya melukai tubuh seseorang, tapi juga memamerkan kepada publik pesan yang sangat kasar tentang bagaimana kritik diperlakukan dalam politik Indonesia hari ini.

Penyiraman air keras bukan metode kekerasan yang dipilih secara kebetulan. Cairan tersebut dirancang untuk menghancurkan wajah dan merusak penglihatan.

Bekas luka yang ditinggalkan sering kali tidak dapat dipulihkan sepenuhnya. Pelaku tidak sekadar ingin menyakiti korban pada malam kejadian karena tujuan utama teror seperti ini adalah menciptakan trauma yang panjang sekaligus menyampaikan peringatan kepada siapa pun yang menyaksikan.

Tubuh korban dijadikan papan pengumuman yang mengatakan bahwa keberanian berbicara dapat dibalas dengan kehancuran fisik.

Baca juga: Andrie Yunus Diduga Diintai Sebelum Disiram Air Keras, Wajah Pelaku Terekam Jelas di CCTV

Indonesia pernah melihat metode yang hampir identik ketika penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi saat itu, Novel Baswedan, disiram air keras setelah memimpin sejumlah penyidikan besar.

Wajah Novel Baswedan rusak oleh cairan kimia dalam serangan yang juga terjadi pada malam hari.

Proses hukum kemudian berjalan selama bertahun-tahun melalui pengadilan yang melelahkan hingga vonis dijatuhkan kepada dua pelaku lapangan.

Namun pertanyaan mengenai siapa yang merancang operasi tersebut tetap menggantung di ruang publik. Banyak orang merasakan bahwa keadilan berhenti pada permukaan perkara dan tidak pernah menyentuh lapisan yang lebih dalam.

Ingatan publik juga masih segar dengan bentuk intimidasi lain yang tidak kalah vulgar. Kantor redaksi Tempo menerima paket berisi kepala babi, dan beberapa figur publik yang dikenal kritis juga mendapatkan kiriman serupa.

Simbol tersebut tidak memerlukan interpretasi akademis yang rumit karena kepala hewan yang dipenggal selalu memiliki makna ancaman yang sangat jelas.

Pengirimnya ingin mengatakan bahwa kritik terhadap kekuasaan adalah tindakan yang pantas dibalas dengan intimidasi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan pola yang semakin sulit disangkal. Aktivis diserang secara fisik, jurnalis diintimidasi dengan simbol kekerasan, dan pengkritik diperingatkan melalui berbagai cara yang semakin kasar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
5 Potret Vidi Aldiano cilik di Eropa, disebut tajir dari kecil bahkan keluarga punya kastil
• 7 jam lalubrilio.net
thumb
Kejagung Dinilai Progresif Berantas Korupsi
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
KAI Daop 4 Semarang Siagakan 393 Personel Selama Mudik Lebaran 2026
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
DPRD Sulsel Tetap Terbuka Kritik dan Masukan untuk Kawal Pembangunan
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Wakapolri Imbau Pemudik Hubungi Hotline 110 Jika Alami Gangguan di Jalan
• 2 jam lalumatamata.com
Berhasil disimpan.