Rivan A. Purwantono Direktur Utama Jasa Marga mengatakan sekitar 285.000 kendaraan sudah meninggalkan Jakarta di hari pertama Operasi Ketupat 2026.
“Ada pertumbuhan 3,5 persen dan dari proyeksi Jasa Marga terhadap jumlah kendaraan saat ini sudah keluar dari Jakarta ya, sebesar 14 persen. Jumlah 14 persen itu berapa juta mungkin yang Rp285.000. Dari total 3,5 juta yang diperkirakan,” ujar Rivan di Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC), Bekasi, Sabtu (14/3/2026).
Rivan mengatakan, peningkatan volume kendaraan tersebut masih bisa dikendalikan tanpa penerapan rekayasa lalu lintas.
“Sebaran masih ke Trans Jawa paling dominasi. Yang lain-lainnya belum tampak seperti kayak arah Bandung juga belum tampak, jumlah dari yang diproyeksikan. Tetapi ini kan masih hari pertama. Masih ada kemungkinan nanti di hari Sabtu, Minggu akan ada pergerakan lagi,” ujarnya.
Sebelumnya Dudy Purwagandhi Menteri Perhubungan (Menhub) mengatakan pergerakan pemudik pada hari pertama mudik Lebaran 2026 masih terbilang landai.
“Sejauh ini yang kami lihat masih berjalan agak sedikit di atas normal tapi ee relatif ee cukup berjalan dengan kondusif,” ujarnya.
Dudy berharap ke depan arus mudik 2026 bisa berjalan dengan lancar. Lantaran berbagai rekayasa lalu lintas dan pemantauan dilakukan di seluruh Indonesia.
“Mudah-mudahan segala sesuatunya bisa berjalan dengan baik dan lancar, dan para pemudik bisa melaksanakan perjalanannya dengan selamat,” ujarnya.(lea/bil/faz)




