JAKARTA, KOMPAS.com – Truk crane proyek pembangunan SD Negeri 007 Tebet Timur, di Jalan KH Abdullah Syafii, Jakarta Selatan, yang terguling dan belum dievakuasi mengakibatkan kemacetan mengular di lokasi, Sabtu (14/3/2026) pagi.
Pantauan Kompas.com di lokasi pukul 09.50 WIB, tampak truk crane yang pada Jumat malam ditutup terpal biru, tampak kembali terlihat.
Baca juga: Penampakan Crane Jatuh Timpa Truk Proyek di Jalan KH Abdullah Syafii Tebet
Di sampingnya crane yang jatuh masih tampak bertahan di posisinya.
Sebelumnya, sempat dilakukan pemotongan badan crane yang tersangkut pada truk. Kini, crane merah-hitam itu ditopang dengan tumpukan kayu.
Di lokasi belum terlihat aktivitas evakuasi.
Baca juga: Truk Proyek Terbaring di Jalan Abdullah Syafii, Lalu Lintas Tebet Padat hingga Malam
Akibat sebagian jalan tertutup, terjadi penyempitan lajur ke arah Casablanca dan Pancoran, sehingga kepadatan lalu lintas tak terhindarkan.
Kepadatan lalu lintas terlihat mengular hingga Jembatan Layang Kampung Melayu, dilihat dari jembatan penyeberangan orang.
Kemacetan baru terurai setelah pengendara melewati badan jalan yang tertutupi truk.
Padatnya arus membuat pembatas kerucut yang memisahkan jalan dengan area sekitar truk tersenggol hingga terjatuh.
Suara klakson panjang terdengar saling bersahutan, mendesak pengemudi untuk bergerak cepat di lajur yang menyempit.
Ada pula pengendara sepeda motor yang menepi untuk mengambil foto atau video truk tersebut.
Sementara pengendara lain tampak menoleh ke sebelah kiri sambil tetap mengemudikan kendaraannya.
“Masih begini aja…,” kata seorang pengendara sepeda motor saat melintas.
“Ini yang kemarin bukan sih?” tanya pengendara lainnya.
Kompas.com masih berupaya menghubungi Kapolsek Tebet, AKP Iwan Kurniawan, untuk menanyakan proses evakuasi dan penyebab pasti jatuhnya crane tersebut.
Sebelumnya, diberitakan bahwa sebuah truk terguling di pinggir Jalan Abdullah Syafii, Tebet, Jakarta Selatan, menyebabkan kepadatan lalu lintas pada Jumat (13/3/2026) pagi.
Kasat Lantas Jakarta Selatan, Kompol Mujiyanto, mengatakan truk itu jatuh dalam kecelakaan proyek pada malam sebelumnya.
Evakuasi belum dilakukan karena jalan yang dilalui pengendara cukup ramai.
Sementara proses evakuasi memerlukan alat berat mengingat ukuran truk yang cukup besar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




