FAJAR, JAKARTA – Kemunculan misterius sosok pria pelontos di lokasi penyiraman air keras Andrie Yunus memicu tanda tanya. Dia secara mengejutkan mengetahui identitas korban sebagai aktivis KontraS usai insiden terjadi.
Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, mengungkapkan adanya kejanggalan. Khususnya saat peristiwa penyerangan di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat. Seorang pria dengan ciri fisik kepala pelontos tiba-tiba mendekati korban yang sedang kesakitan.
Pria misterius itu langsung bertanya apakah korban berasal dari lembaga KontraS atau LBH. Pihak KontraS hingga kini masih menelusuri identitas asli dari sosok pria yang muncul tersebut.
“Terdapat seorang warga yang langsung menyebut ‘Ini dari KontraS ya, ini dari LBH ya?’, dengan ciri-ciri fisik kepala sedikit plontos. Kami juga sebenarnya masih cari tahu ini siapa,” ujar Dimas Bagus Arya di Kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).
Informasi mengenai keberadaan pria ini didapatkan langsung dari keterangan Andrie saat berada di rumah sakit.
Kronologi Serangan Air Keras di Senen
Insiden mengerikan ini menimpa Wakil Koordinator KontraS pada Kamis malam di wilayah Jakarta Pusat. Dua orang tidak dikenal secara tiba-tiba menyiramkan cairan keras ke arah tubuh bagian kanan korban.
Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar serius pada area mata, wajah, dada, dan tangan.
Korban sempat berteriak histeris menahan rasa panas yang luar biasa sebelum akhirnya menjatuhkan sepeda motornya. Warga serta pengendara yang melintas segera berkumpul untuk memberikan pertolongan kepada korban yang terluka.
Kondisi Korban
Pakaian yang dikenakan korban dilaporkan langsung meleleh sesaat setelah terkena siraman zat kimia berbahaya tersebut. Sementara itu, kedua terduga pelaku langsung memacu kendaraan dengan cepat ke arah Jalan Salemba Raya.
Mereka sempat menjatuhkan sebuah gelas berbahan stainless steel saat berupaya melarikan diri dari kejaran warga. Andrie yang dalam kondisi terluka parah sempat kembali ke rumah kontrakannya sebelum dilarikan ke medis.
Rekan-rekan korban kemudian membawa Andrie ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk mendapatkan penanganan darurat.
Penanganan Medis Intensif di RSCM
Setibanya di RSCM, Andrie Yunus langsung mendapatkan perawatan intensif dari enam dokter spesialis yang berbeda. Tim dokter terdiri dari ahli mata, THT, saraf, tulang, thorax, hingga spesialis organ dalam dan kulit.
Berdasarkan diagnosis awal, korban menderita luka bakar yang mencapai 24 persen pada bagian tubuhnya. Saat ini, korban harus menjalani operasi mata untuk melakukan proses cangkok jaringan dengan bius lokal.
Pihak keluarga dan rekan kerja berharap agar proses pemulihan Andrie dapat berjalan dengan lancar.
Desakan Pengungkapan Motif Penyerangan
Kasus penyiraman air keras ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap aktivis hak asasi manusia di Indonesia. KontraS mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik serangan ini.
Munculnya pria pelontos yang mengetahui latar belakang korban menjadi petunjuk penting bagi pihak penyidik kepolisian. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan memberikan informasi jika melihat hal mencurigakan di sekitar lokasi kejadian.
Penegakan hukum yang tegas sangat diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali kepada warga lainnya. (*)





