Pelangsiran Solar Subsidi dari Bulukumba ke Makassar, HMI Desak Polda Sulsel Usut Mafia BBM

harianfajar
13 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, TAKALAR – Dugaan praktik pelangsiran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi kembali menjadi sorotan di Sulawesi Selatan. Solar yang seharusnya diperuntukkan bagi kebutuhan petani di Kabupaten Bulukumba diduga dialihkan dan didistribusikan ke Kota Makassar oleh pihak-pihak tertentu.

Informasi yang beredar menyebutkan, setiap hari puluhan ton solar subsidi diangkut menggunakan mobil tangki berkapasitas sekitar 10 ton. BBM tersebut diduga diberangkatkan dari Bulukumba menuju Makassar dengan melintasi sejumlah kabupaten di wilayah selatan Sulsel.

Ketua Komisariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI), Syarif, meminta aparat kepolisian segera bertindak tegas terhadap dugaan praktik mafia BBM tersebut.

“Kami mendesak Kapolda Sulawesi Selatan untuk memerintahkan jajarannya mengusut tuntas dugaan pelangsiran BBM subsidi ini dan menangkap pihak-pihak yang terlibat,” kata Syarif dalam keterangannya, Sabtu (14/3/2026).

Ia mengungkapkan, kendaraan pengangkut solar subsidi yang diduga milik PT Ronald Jaya Energi disebut bebas melintas dari Bulukumba hingga Makassar tanpa hambatan. Rute perjalanan mobil tangki tersebut disebut melewati wilayah Bantaeng, Jeneponto, Takalar hingga Kabupaten Gowa.

Syarif juga menduga ada pihak yang memberikan perlindungan terhadap aktivitas tersebut sehingga distribusi solar subsidi bisa berjalan lancar.

“Kalau tidak ada penindakan tegas dari aparat penegak hukum, kami siap menggelar aksi demonstrasi besar-besaran untuk meminta perhatian pimpinan Polri,” tegasnya.

Sementara itu, seorang sopir mobil tangki milik PT Ronald Jaya Energi bernama Muhammad Abner mengakui dirinya mengangkut solar dari wilayah Bulukumba. Ia mengemudikan kendaraan bernomor polisi DD 8120 WZ.

Abner menjelaskan bahwa BBM tersebut diperoleh dari pelangsir di kawasan Tana Beru, Kecamatan Bulukumpa, lalu dibawa menuju wilayah Parangloe di Makassar.

“Saya ambil dari pelangsir di Tana Beru Bulukumpa lalu dibawa ke Parangloe,” ujarnya saat ditemui di Takalar, Jumat malam (13/3/2026).

Namun Abner mengaku baru pertama kali mendapatkan tugas tersebut dari perusahaan. Ia juga menyebutkan bahwa ada sejumlah kendaraan tangki milik perusahaan yang beroperasi.

Dugaan penyalahgunaan distribusi BBM subsidi ini kini menjadi perhatian publik. Sejumlah aktivis berharap aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah terjadi praktik penyimpangan yang merugikan masyarakat kecil, khususnya para petani. (mgs)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Warga Surabaya Bisa Titip Hewan Peliharaan saat Mudik Lebaran, Ini Lokasinya
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pramono Klaim Lapangan Padel di Taman Bendera Pusaka Premium dan Gratis untuk Warga
• 4 jam lalukompas.com
thumb
JK Dorong Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Diusut Serius
• 3 jam laludetik.com
thumb
Iran Sebut Pesawat BBM AS yang Jatuh di Irak Disebabkan Tembakan Kelompok Perlawanan Setempat
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Viral TikToker Bongkar Lokasi Pertahanan Israel, Iran Diduga Langsung Mengebom
• 6 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.